2018, Ada 185 Madrasah Waktunya Akreditasi
Pada tahun 2018 ini, tercatat ada 9.228 lembaga yang mengikuti akreditasi. Namun jumlah itu belum sepenuhnya bisa dilaksanakan akreditasinya tahun ini.
Pada tahun 2018 ini, tercatat ada 9.228 lembaga yang mengikuti akreditasi. Namun jumlah itu belum sepenuhnya bisa dilaksanakan akreditasinya tahun ini.
Asupan modal untuk usaha sangatlah dibutuhkan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya. Untuk itu, tidak heran jika produk perbankan berupa pinjaman atau kredit modal usaha menjadi pilihan untuk memperoleh modal.
Seratusan madrasah mulai tingkat Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) pada tahun 2018 ini mengusulkan untuk akreditasi kembali.
Bank memberikan pinjaman kepada nasabah bukan tanpa risiko. Ketika akan mengambil kredit di bank tentu ada barang yang menjadi jaminan. Seperti halnya di bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Guna mendukung pembelajaran dan menigkatkan tata kelola yang baik akreditasi setiap madrasah menjadi hal penting. Oleh karenanya sebanyak 99 madrasah, Jumat (2/2/2018) siang menerima sertifikat akreditasi.
Di musim tanam pengajuan kredit meningkat. Hal tersebut dipengaruhi karena perputaran uang dari masyarakat yang tinggi sedangkan pemasukan masih kurang. Sehingga sejumlah masyarakat memanfaatkan perbankan untuk bisa memenuhi kebutuhan.
Kebutuhan kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bojonegoro masih tinggi. Tidak hanya untuk permodalan saja, tingginya permintaan kredit juga kebutuhan pertanian. Di musim tanam ini kebutuhan petani cukup banyak, ditambah bulan lalu banyak petani tidak tanam akibat kemarau.
Transaksi kredit di Bojonegoro mayoritas menggunakan agunan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Barang jaminan yang kecil dan tidak terlalu dibutuhkan saat di rumah itu mendominasi sampai 80 persen dibanding jaminan lainnya.
Prestasi membanggakan diraih Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bojonegoro dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Terbukti PN Kabupaten Bojonegoro kelas 1B itu mendapatkan sertifikasi akreditasi penjaminan mutu badan pengadilan umum terakreditasi A (excellent).
Jumlah Madrasah yang mengikuti akreditasi pada gelombang tahap pertama lingkup Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, memang diprioritaskan untuk MTs dan MA.