19 Desa di Kabupaten Bojonegoro Mulai Kekeringan
Sebanyak 19 Desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sudah mengalami krisis air bersih di musim kemarau tahun ini.
Sebanyak 19 Desa dari 11 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sudah mengalami krisis air bersih di musim kemarau tahun ini.
Musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, menyebabkan ribuan hektar sawah milik petani mengalami kekeringan dikarenakan kekurangan air. Akibat kekeringan itu, ribuan hektar yang sudah tanaman milik petani terancam gagal dan mati tanaman padinya.
Masih dalam masa musim kemarau yang cukup panjang, hingga menyebabkan terjadinya kekeringan air di sejumlah wilayah, dan salah satunya di waduk Lab Sains SMA Muhammadiyah 2 Sumberrejo atau biasa disebut SMAMUDA di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan hiperhidrosis, kondisi di mana seseorang berkeringat secara berlebihan. Masalah keringat berlebih umumnya terjadi akibat perubahan gaya hidup, seperti mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berkafein, obat-obatan, dan kondisi emosional seperti stres dan rasa khawatir.
Musim kemarau yang melanda di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro mengklaim ada ribuan hektar lahan yang terkena dampaknya. Ada ribuan hektar, akibat kekeringan itu menyebabkan tanaman milik petani terancam puso atau gagal panen.
Awal musim kemarau membuat petani Kecamatan Kepohbaru mulai resah lantran sulitnya mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka yang terlanjur ditanami padi. Beberapa sungai yang ada di wilayah tersebut juga sudah mulai kering.
Awal kemarau sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat Bojonegoro, meski bisa dibilang baru menginjak musim kemarau beberapa wilayah sudah mengeluh kesulitan air, terlebih untuk pertanian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, mulai mewaspadai dampak musim kemarau. Salah satunya dengan melakukan pemetaan kawasan yang rawan dilanda kekeringan.
Bermula dari kesukaannya dengan berbagai macam kue kering sejak kecil, Mia Nur Fadhilah, Mahasiswi IKIP PGRI Bojonegoro mulai belajar membuat beraneka macam kue kering yang kini laris manis diserbu pembeli untuk suguhan lebaran.
Musim kemarau panjang tahun ini membuat warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Kasiman kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari maupun bagi pengairan sawah. Hal ini sudah menjadi dampak tahunan saat musim panas tiba.