Waspada Bencana di Bojonegoro
18 Kejadian di Bulan April, Bojonegoro Tetap Waspada Bencana
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) teruta mengupdate informasi perkembangan seputar kebencaaan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) teruta mengupdate informasi perkembangan seputar kebencaaan.
Ancaman fenomena iklim El Nino dan tren penurunan luas baku sawah nasional, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah proaktif dengan mengikuti Gerakan Percepatan Tanam Serempak se-Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (23/04/2026) ini memadukan inovasi teknologi pertanian dengan pendekatan spiritual sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan.
Sebanyak 93 Desa di Kabupaten Bojonegoro terancam mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2026. Kemarau tahun ini diprediksi bakal lebih kering, sehingga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di wilayah desa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau ekstem pada tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penerbitan surat edaran (SE) Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bernomor 520/531/412.221/2026 tertanggal 16 Maret 2026 tentang Antisipasi dan Mitigasi Musim Kemarau 2026 bagi sektor pertanian.
Pemkab Bojonegoro telah mengantisipasi adanya prakiraan musim kemarau panjang. Langkah itu diambil lewat surat edaran (SE) yang dikeluarkan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bernomor 520/531/412.221/2026 per 16 Maret 2026, tentang Antisipasi dan Mitigasi Musim Kemarau 2026 bagi sektor pertanian di wilayahnya. Kondisi musim kemarau di Provinsi Jatim termasuk Kabupaten Bojonegoro, diperkirakan bersifat bawah normal atau lebih kering dari biasanya dengan durasi lebih panjang.
Hingga tahun 2025, Kabupaten Bojonegoro mencatat sebanyak 452 embung dan lima waduk telah tersebar di berbagai wilayah. Ratusan embung tersebut, menjadi penopang utama sektor pertanian dan peternakan, Sabtu (10/1/2026).
Gerak cepat dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menindaklanjuti kejadian angin kencang di wilayah Kecamatan Tambakrejo pada Kamis (8/1/2026) lalu.
Setiap tahun, Kabupaten Bojonegoro bisa dibilang sering langganan sedikitnya lima bencana alam. Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro, terutama oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro merilis peta rawan bencana terbaru. Pada peta terbarunya, hampir tiap kecamatan di Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi bencana yang berbeda-beda.
Dari wilayah timur sampai barat Kabupaten Bojonegoro, banyak sungai dari arah selatan ke utara yang bermuara di Bengawan Solo. Ada yang panjangnya mulai 11 kilometer hingga yang terpanjang 66 kilometer. Redaksi InfoLimo blokBojonegoro.com merangkum lima sungai yang panjangnya di atas 39 kilometer. Data tersebut dikutip dari beberapa sumber, termasuk bojonegorokab.bps.go.i.