Waspada Cuaca Ekstrem
Bojonegoro Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga 17 September
Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya patut mewaspadai peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.
Masyarakat di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya patut mewaspadai peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.
Ada ratusan tokoh yang diusulkan dalam proses pengajuan peserta Pesantren Award 2025 pada pada 11–20 Agustus 2025 lalu. Saat ini, event tahunan tersebut memasuki tahap seleksi.
Pesantren Award 2025 segera memasuki tahap seleksi. Ada ratusan tokoh yang diusulkan dalam proses pengajuan peserta yang berlangsung pada 11–20 Agustus 2025.
Pencairan oleh Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro dan lain-lain, dihentikan saat malam mulai tiba. Sebab, kondisi Bengawan Solo yang gelap menjadi salah satu faktor utamanya.
Diduga tenggelam di aliran sungai Bengawan Solo, Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro dan lain-lain tengah mencari keberaaan Agiar Fatir Ibrahim (15) warga Desa Jumok RT 11/RW 04 Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, (13/9/2025).
Laporan orang tenggelam masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro. Yakni Agiar Fatir Ibrahim (15) warga Desa Jumok RT 11/RW 04 Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, (13/9/2025) siang.
Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro rupanya kerap digunakan untuk "bancaan" korupsi di kalangan pemerintah desa. Setidaknya, sudah terdapat 7 kepala desa (Kades) yang terseret kasus korupsi dalam pengelolaan BKKD.
Kondisi musim yang belum menentu hingga pertengahan tahun 2025, membuat petani ketar-ketir menanam tembakau. Akibatnya, hingga Juli 2025, luas tanam tercatat 11.320 hektare dengan sebaran di 26 kecamatan.
Belakangan ini, healing menjadi istilah yang populer di kalangan anak muda, khususnya para Gen Z. Tidak hanya sekadar trend, healing dianggap sebagai sebuah kebutuhan untuk menjaga keseimbangan mental dan fisik di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks.
Mat Rais (61) sedang membersihkan sisa pembakaran tanaman padi yang sudah mengering di sawahnya, di Dusun Kalisat, Sumberjo Kidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (12/9/2025) kemarin.