Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Bojonegoro 19 Orang
Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Senin (5/4/2021) menjadi 19 orang. Sebelumnya beberapa hari jumlahnya stagnan 22 orang.
Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Senin (5/4/2021) menjadi 19 orang. Sebelumnya beberapa hari jumlahnya stagnan 22 orang.
Kapolres Bojonegoro kembali memberikan Penghargaan kepada beberapa kades dan ketua RT atas partisipasinya dalam rangka percepat penanganan virus corona. AKBP EG Pandia, menyerahkan secara langsung perhargaan tersebut dalam apel pagi, pada hari senin, (05/04/2021) di halaman Mapolres Bojonegoro.
Perkembangan pasien sembuh per 4 April 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,3 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.375.877 orang dengan persentasenya di angka 89,6%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 9.663 orang.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bojonegoro, mengalami penurunan selama pandemi Covid-19. Hal tersebut, berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro.
Efektivitas vaksin Covid-19 pada pasien autoimun dan orang sehat bisa berbeda. Dikatakan dokter spesialis penyakit dalam konsultas reumatologi dr. Sandra Shintya Langow, Sp.PD-KR, pada pasien autoimun, pembentukan antibodi akan lebih sedikit akibat dari penggunaan obat autoimun.
Jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro yang dinyatakan sembuh, Minggu (4/4/2021) sama dengan tambahan kasus baru, yakni 4 orang.
Kemunculan varian baru Covid-19, yang dinamakan varian E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan mutasi E484K yang terjadi pada protein spike, adalah mutasi yang sama seperti ditemukan pada varian Afrika Selatan dan Brazil.
Pemerintah selalu memprioritaskan aspek keamanan dengan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat, Serta merespon cepat jika ada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) pasca dilakukan vaksinasi Covid-19.
Pemerintah terus berusaha mengakselerasi program vaksinasi COVID-19. Sejalan dengan itu, pemerintah selalu memprioritaskan aspek keamanan dengan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap vaksin yang disuntikkan kepada masyarakat. Pemerintah pun cepat merespon jika terdapat Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) yang dilaporkan masyarakat.
Laju penularan virus COVID-19 di tingkatan Rukun Tetangga (RT) terus menunjukkan perbaikan. Hal ini ditandai dengan jumlah zona hijau yang semakin meningkat dan persentasenya mencapai 97%. Dan pencapaian ini tidak terlepas dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat desa dan kelurahan (PPKM Mikro) yang melakukan penanganan COVID-19 di tingkatan terkecil.