Skip to main content

Category : Tag: Inklusi


Hadapi Kekeringan dan Banjir, Warga Bobol Dorong Gerakan Tanam Pohon

Warga Desa Bobol, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, meminta workshop perubahan iklim tidak berhenti pada diskusi dan penyampaian materi. Mereka mendorong adanya tindak lanjut nyata, salah satunya penyediaan bibit dan gerakan penanaman pohon untuk menghadapi persoalan kekeringan, longsor, banjir bandang, hingga kerusakan lingkungan.

Karangsono Dorong Perdes Pencegahan Perkawinan Anak, Bidik Nol Kasus

Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, mulai menyiapkan regulasi khusus untuk memperkuat pencegahan perkawinan anak. Melalui workshop penyusunan Peraturan Desa (Perdes), pemerintah desa bersama masyarakat menargetkan terwujudnya Desa Karangsono dengan nol kasus perkawinan anak.

DPRD Jatim Minta Transportasi Gratis bagi Disabilitas Diatur Lewat Pergub

DPRD Jawa Timur meminta Pemprov Jatim memperkuat layanan transportasi gratis bagi penyandang disabilitas dengan menyiapkan aturan teknis dan dukungan anggaran yang jelas. Pengaturan tersebut dinilai penting agar kebijakan tidak berhenti sebagai program, tetapi dapat berjalan konsisten.

Karangsono Jadi Pilot Project Musyawarah Desa Perempuan dan Kelompok Rentan di Bojonegoro

Desa Karangsono, Kecamatan Dander, menjadi desa percontohan pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) bagi Perempuan dan Kelompok Rentan di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang digelar pada Jumat (26/6/2026) ini merupakan kolaborasi Tim Inklusi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro.

Komisi C DPRD Jatim Setujui Raperda Penyertaan Modal Jamkrida

Komisi C DPRD Jawa Timur menyatakan bahwa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jawa Timur layak disetujui menjadi Peraturan Daerah.

Info Pendidikan

Dinas Pendidikan Bojonegoro Tangani Anak Tidak Sekolah dengan Libatkan Banyak Pihak

Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro terus berupaya menangani persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui langkah pendataan, verifikasi lapangan, hingga penyusunan strategi penanganan yang melibatkan berbagai pihak. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap anak usia sekolah memperoleh hak pendidikan yang layak.