Di Bubulan 4 Warga Terjangkit HIV/AIDS
Penyebaran human immunodeficiency virus (HIV/AIDS) di Kecamatan Bubulan masih saja terjadi. Buktinya, tahun 2018 ini masih 4 orang terjangkit HIV/AIDS.
Penyebaran human immunodeficiency virus (HIV/AIDS) di Kecamatan Bubulan masih saja terjadi. Buktinya, tahun 2018 ini masih 4 orang terjangkit HIV/AIDS.
Kasus penyakit Tuberculosis (BTB) atau Tubercle Bacillus (TBC) maupun Human Immunodeficiency Virus (HIV) setiap tahunnya masih ditemukan di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisir temuan kasus tersebut di Kota Ledre, termasuk dengan menskrening penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang ada di jalan Diponegoro itu.
Penyakit HIV-AIDS menjadi permasalahan tersendiri di Kabupaten Bojonegoro, karena masyarakat kota ledre yang terinvesksi penyakit tersebut tergolong masih tinggi. Sebenarnya, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sendiri sudah menutup 3 tempat lokalisasi, yaitu Kalisari di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Eks Pasar hewan Banjarejo, Kecamatan Kota dan Desa Semawot, Kecamatan Sukosewu, untuk mengurangi angka penderita.
Setelah tempat lokalisasi di Kabupaten Bojonegoro ditutup, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ledre kesulitan untuk memonitor penyebab penularan virus HIV-Aids. Pasalnya, dengan ditutupnya tempat Lokalisasi tersebut bukan malah menjadikan prostitusi di Bojonegoro menghilang, tetapi malah berpindah-pindah atau berpencar.
Di tahun 2017, tercatat ada lima kecamatan di Bojonegoro dengan tingkat masyarakat yang terkena penyakit Human Immunodefiency Virus - Acquired Immunune Deficiancy Syndrome (HIV-AIDS) tinggi. Lima kecamatan itu di antaranya kecamatan Kota, Dander, Balen, Kalitidu dan Sumberrejo.
Meski sempat menurun di sampai di akhir Oktober kemarin, jumlah kasus orang yang terkena Human Immunodefiency Virus - Acquired Immunune Deficiancy Syndrome (HIV - AIDS ) di Kabupaten Bojonegoro kembali tinggi. Sampai akhir tahun, total penderita HIV-AIDS berjumlah 176 kasus.
Penyebaran Human Immunodeficiency Virus Infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV- AIDS) hampir merata, bahkan setiap tahunnya ditemukan kasus baru. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro gencar melakukan pencegahan penularan virus tersebut.
Melihat kasus Human Immunodeficiency Virus infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV- AIDS) di Kabupaten Bojonegoro yang terus terjadi. Karang Taruna (Kartar) Kabupaten Bojonegoro dengan mengandeng pita merah berkomitmen mensosialisasikan HIV-AIDS kepada masyarakat terutama pemuda.
- Human Immunodefiency Virus-Acquired Immunune Deficiancy Syndrome atau yang lebih dikenal HIV-AIDS, tidak bisa menular hanya dengan kontak fisik.
Sampai bulan Oktober tahun 2017, jumlah kasus orang dengan HIV/AIDS (Human Immunodefiency Virus / Acquired Immunune Deficiancy Syndrome) atau bisa disebut ODHA di Kabupaten Bojonegoro tercatat 83. Jumlah tersebut bisa dibilang menurun jika dibanding tren tiga tahun belakangan ini.