#bB60Detik
Bojonegoro yang Peduli Hari AIDS
Bersamaan dengan Car Free Day diadakan aksi solidaritas 'AIDSDay' di Alun-alun Kota Bojonegoro.
Bersamaan dengan Car Free Day diadakan aksi solidaritas 'AIDSDay' di Alun-alun Kota Bojonegoro.
Bersamaan dengan Car Free Day diadakan aksi solidaritas 'AIDS Day' di Alun-alun Kota Bojonegoro, Minggu (9/12/2018) pagi. Kegiatan tersebut diukuti seribuan peserta dan diberangkatkan Wabup Budi Irawanto.
Bertempat di jalan Mastumapel Bojonegoro, digelar acara Aksi Solidaritas Peduli HIV AIDS yang dilepas oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd, Minggu (9/12/2018) pagi.
Jumat (7/12/2018) hari ini bertempat di Lapangan Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo digelar acara Jambore Penggalang dan Jambore Penggalang Tanggap Bencana yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bojonegoro Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd.
Hari AIDS Sedunia tahun ini masuk ke usia 30 pada tahun ini, sejak pertama kali diperingati pada 1 Desember 1998.
Setelah selesai melakukan sarasehan dalam rangka Hari Aids sedunia, yang dihadiri oleh Dr. Whenny Dyah Prajanti dari Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Sally Atyasasmi selaku Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, serta dihadiri pula puluhan mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri di halaman gedung DPRD, Sabtu (1/12/2018) sore.
Dalam rangka menyemarakkan Hari Aids Sedunia (HAS) tahun 2018, berbagai acara akan diselenggarakan di Kabupaten Bojonegoro. Namun untuk kegiatan yang diperingati 1 Desember, Pita Merah mengadakan workshop kesehatan 'ODHA BERDAYA' di gedung dakwah komplek masjid At-taqwa PDM Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (1/12/2018), agar para ODHA di Kota Ledre semakin berdaya.
Hingga saat ini, di Bojonegoro tercatat 85 orang terkena HIV bahkan AIDS. Di sisi lain, stigma negatif dari masyarakat seringkali menjadi momok tersendiri bagi Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Terkait hal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro melalui Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Whenny Dyah Prajanti mengimbau masyarakat tidak berpikir negatif terhadap ODHA.
Penderita Human Immmuno Deficiency (HIV) dan Acquired Imunode Ficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Bojonegoro terbilang masih tinggi. Terbukti hingga Agustus 2018 ini tercatat ada 85 orang positif virus mematikan itu.
Wilayah timur Kabupaten Bojonegoro siang kemarin, Selasa (7/8/2019) diguncang isu yang menghebohkan.Adanya pesan singkat yang dikirim ke banyak kontak (broadcast) melalui WhatsApp dengan menginformasikan bahwa, ada dokter palsu yang menyebarkan virus Aids dengan cara mengambil sample darah di salah satu SDN di Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro sangat cepat menyebar.