Jelang Ramadan Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil
Guna mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang puasa ramadan, pihak Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro terus memantau langsung perkembangan beberapa harga di pasaran.
Guna mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang puasa ramadan, pihak Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro terus memantau langsung perkembangan beberapa harga di pasaran.
Harga jual bawang merah di tingkat pedagang pasar tradisional Kota Bojonegoro meroket tajam. Jika pada bulan Maret harga sempat turun, kini dalam sepekan terakhir harga bawang kembali naik sampai 70 persen per kilogramnya.
Harga emas batangan atau logam mulia milik PT. Aneka Tambang Tbk (Antam) dibuka turun Rp5.000 per gram, sementara pembelian kembali juga sama dibuka turun Rp5.000 per gram.
Di sebagian besar wilayah Kabupaten Bojonegoro telah panen pada bulan Februari yang lalu. Namun, ada sebagian wilayah yang telat panen, salah satunya adalah Kecamatan Sekar.
Akhir bulan Maret 2018 harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro masih normal tidak kenaikan harga sembako. Namun, para pedagang keluhkan sepi pembeli.
Petani bawang Kabupaten Bojonegoro di bagian selatan seolah mendapatkan angin segar. Sebab, saat ini harga jual bawang merah terus mengalami kenaikan.
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan lagi. Kenaikan tersebut sejumlah Rp200 per liter dari harga sebelumnya yaitu menjadi Rp7.800 per liternya.
Harga bawang merah di Kabupaten Bojonegoro dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan yang cukup drastis. Bahkan, kenaikan tersebut mencapai Rp10.000 per kilogramnya, dari harga awal Rp12.000 menjadi Rp22.000.
Sebagian petani di Kecamatan Bubulan lebih memilih menanam kacang tanah daripada tanaman lain. Sebab, kacang tanah dinilai lebih hemat biaya.
Petani bawang merah di Kecamatan Sekar kian semangat merawat tanaman bawang miliknya. Sebab, saat ini harga mulai merangkak naik.