Februari 2018, Harga Minyak RI Merosot US$ 3,98 per Barel
ementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Februari 2018 mencapai US$ 61,61 per barel.
ementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Februari 2018 mencapai US$ 61,61 per barel.
Harga minyak turun lebih dari 3 persen pada Penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta), dengan harga minyak AS turun di bawah US$ 60 per barel untuk pertama kalinya sejak Desember karena kekhawatiran kenaikan pasokan.
Harga minyak mentah dunia turun 1,5 persen tertekan penguatan dolar dan kenaikan output minyak mentah Amerika Serikat (AS). Namun harga ini tetap berada di jalur kenaikan terbesar di bulan Januari dalam lima tahun.
menguat ke level tertinggi dalam tiga tahun. Hal itu didorong dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan. Harga minyak Brent menguat 28 sen ke posisi US$ 70,70 per barel pada pukul 1.30 waktu New York. Pada perdagangan Kamis, harga minyak sentuh level tertinggi sejak 2014 di kisaran US$ 71,28.
Harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Agustus 2017 meningkat dibanding Juli 2017. Rata-rata ICP Agustus US$ 48,43 per barel, naik US$ 2,95 per barel dari US$ 45,48 per barel pada bulan sebelumnya.
Harga minyak mampu menguat pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Namun jika dihitung secara enam bulanan atau paruh tahun, harga minyak bukukan penurunan terbesar sejak 1998.
Harga minyak naik lebih dari satu persen pada perdagangan Rabu didorong oleh penurunan produksi AS. Kenaikan harga minyak tersebut mengabaikan data bertambahnya persediaan minyak dunia.
Menurunnya harga minyak dunia secara terus menerus jelas memberi dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Khususnya target rencana kerja eksplorasi minyak dan gas (migas) di Nusantara.