Setelah hasil ujian perangkat desa yang dilaksanakan serentak pada 26 Oktober 2017, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro mengawali pelantikan perangkat desa (pemdes) baru. Pasalnya beberapa kecamatan lainnya belum mengadakannya.
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018, banyak rekrutmen Panwascam, PPL, PPK maupun PPS. Meski demikian, Tenaga Pendamping Profesional Masyarakat Desa (TPPMD) atau pendamping desa tidak diperbolehkan merangkap Panwas maupun penyelenggara pemilu.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga hadir dalam Haul Akbar ini mengatakan bahwa hadir di majelis haul tidak sekadar sebagai ajang silaturahmi, melainkan juga upaya untuk memastikan bahwa jamaah yang hadir masih sejalan dengan aqidah dan ajaran para guru atau para ulama yang hadir.
Selain menampilkan berbagai macam lukisan hasil karya pelukis Bojonegoro, saat event Bojonegoro Art, Culture and Tourism Festival yang digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Bojonegoro, dari tanggal (2/11/2017) sampai (12/11/2017) juga digelar pameran Festival Bonsai Nasional.
Pemberitahuan penting bagi pengendara yang akan melintasi perbatasan Kabupaten Tuban-Lamongan, tepatnya di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Sebab, kondisi lalu lintas di kawasan setempat rawan macet karena ramainya pengunjung yang menghadiri acara di Pondok Pesantren Langitan, Desa/Kecamatan Widang, Tuban.
Setelah dilakukan Pemilihan Antar Waktu (PAW) secara tertutup, dan pada pukul 13.00 WIB dilakukan penghitungan suara, akhirnya nomor urut 3, atas nama Erdino Tri Handoyo berhasil menjadi pemenang.
Pengangkatan perangkat desa terpilih berdasarkan nilai tertinggi peserta, setelah dikoreksi. Termasuk Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) yang mendapatkan nilai tertinggi juga berhak menjabat perangkat desa sesuai formasi yang diikutinya tersebut.
Rencana pemeriksaan terhadap anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro pasti dilakukan. Namun pihak kepolisian Polres Bojonegoro masih menunggu surat izin dari Gubernur Jawa Timur untuk pemanggilan legislator di Kota Ledre tersebut.
Menginjak usia ke-340, Bojonegoro dan masyarakatnya sudah semakin tumbuh. Nama Kabupaten Bojonegoro kini sudah sangat familiar di telinga masyarakat nusantara. Prestasi demi prestasi diraih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Angka kemiskinan menurun, pendapatan daerah meningkat. Geliat ekonomi masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan bergulirnya industri minyak dan gas bumi di kota ledre ini. “Meski masih ada yang harus dievaluasi dan perlu inovasi, namun kita patut berbangga dengan semangat positif dan kemandirian masyarakat yang semakin hari kian meningkat,” ucap Bupati DR. Suyoto, M.Si.