Skip to main content

Category : Tag: Era


Imron Nasir

Jalur Relima, Temani Anak-anak Pelosok Desa Tingkatkan Budaya Baca Buku

Para pelajar, mahasiswa, pakar budaya lokal hingga penulis buku dan puisi berkumpul. Tepatnya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tampak lebih hangat, beberapa hari lalu. Salah satunya ada Impon Nasir, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Bojonegoro, yakni program dari Perpusnas RI.

Ditengah Khawatirnya Wali Murid di Bojonegoro, BGN Larang MBG Dibawa Pulang

Badan Gizi Nasional (BGN) melarang siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa pulang makanan yang telah dibagikan di sekolah. Ketentuan tersebut disampaikan ditengah masih adanya kekhawatiran sejumlah wali murid di Kabupaten Bojonegoro terhadap keamanan makanan MBG.

Razia Gabungan Rokok Ilegal Tanpa Cukai Terus Digelar Aparat di Bojonegoro

Untuk menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Bojonegoro, operasi gabungan terus dilakukan, termasuk menyasar di Kecamatan Tambakrejo, kemarin. Terlihat, masyarakat mulai sadar dengan tidak menjual rokok tanpa pita cukai, dengan operasi pemberantasan barang kena cukai ilegal yang tidak menemukan adanya rokok ilegal.

Mutiara Islami

Ingat..! Selesai Muktamar NU, Jangan Sampai Nusyuz

Dalam kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan ideal. Terkadang muncul konflik, pembangkangan, pengabaian kewajiban, atau tindakan yang merusak keharmonisan. Dalam fikih, ketidaktaatan istri kepada suami ini disebut nusyuz. Pun juga demikian dalam berorganisasi, termasuk dalam ber Nahdlatul Ulama (NU). Sebab secara sederhana diantara rumah tangga dan organisasi ada kesamaan, yaitu ada imam (pemimpin) dan juga ada rakyat. Dalam hal rumah tangga suami adalah pemimpin dan berorganisasi Rais Amm dan Ketua umum adalah pemimpin jam'iyah Nahdlatul Ulama'.

Muktamar NU ke 35 Tambakberas

Anggota DPRD Jatim Budiono Apresiasi Muktamar ke-35 NU yang Berdampak ke Ekonomi Warga dan Kondusif

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, resmi ditutup dengan sukses besar. Muktamar tersebut memilih KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar (Kiai Miftah) sebagai Rais Aam PBNU. Keduanya mengemban amanah dengan Masa Khidmah 2026–2031.