Embung Dinormalisasi dengan Cara Geomembrane
Sebanyak tujuh embung atau cekungan penampung air akan dinormalisasi dan direhabilitasi kondisinya oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro pada 2020 ini.
Sebanyak tujuh embung atau cekungan penampung air akan dinormalisasi dan direhabilitasi kondisinya oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro pada 2020 ini.
Tahun 2020 ini, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, bakal menyebar sebanyak 550 ribu benih ikan jenis nila dan tawes. Penebaran benih ikan itu difokuskan bakal disebar di embung 15 Kecamatan.
Bersama ajarannya, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bertajuk 'Patroli Desa' dengan menjelajahi wilayah-wilayah pedesaan yang meliputi Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas, Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu, Desa Panjang dan Desa Duwel Kecamatan Kedungadem, serta Desa Papringan dan Desa Kedung Sumber Kecamatan Temayang.
Sepanjang 2019 Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Dinas Pengairan Kabupaten Bojonegoro telah melakukan pengerjaan normalisasi embung dan membuat beberapa embung di sejumlah Kecamatan. Hal itu untuk mengantisipasi datangnya musim hujan sekaligus untuk memperbanyak daya tampung air.
Anggaran miliaran rupiah disiapkan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Bojonegoro, untuk normalisasi 35 embung dan rehabilitasi di sejumlah kecamatan. Hal itu dilakukan guna bisa menampung air agar lebih banyak.
Tak Mau Ketinggalan, Emak dan Anak Ikut Berburu Ikan
Hujan yang tidak kunjung turun, di Kabupaten Bojonegoro mulai berdampak pada ratusan embung air yang ada mulai mengering, sehingga sektor pertanian juga terkena imbasnya. Padahal keberadaan embung-embung itu menjadi harapan petani agar bisa mengairi area persawahan.
Ratusan ribu bantuan benih ikan yang telah ditebar di 40 embung di 20 kecamatan, diklaim oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, sudah dipanen oleh petani ikan sebelum musim kemarau.
Musim kemarau yang terjadi di Bojonegoro, kini mulai berdampak pada ratusan embung yang kondisi airnya mulai menyusut bahkan ada pula yang mulai mengering. Padahal keberadaan embung itu sendiri diperuntukan sebagai pengairan sawah maupun untuk kebutuhan lainnya.
2019 ini, Dinas Pengairan Bojonegoro menargetkan bakal membangun 10 embung baru. Pembangunan baru dimaksudkan untuk menampung daya tampung air sekaligus sebagai antisipasi dampak kekeringan pada musim kemarau yang bakal terjadi Bojonegoro.