Skip to main content

Category : Tag: De


Sejarah Desa di Bojonegoro

Perampok dan Brandal yang Mengacaukan Warga, 3 Desa Kecil jadi Bumirejo

Menurut legenda bahwa nama Bumirejo diambil dari Istilah bahasa Jawa, bahwa Bumi yang berarti sebuah tanah atau tempat tinggal bagi masyarakat, sedangkan Rejo diartikan tempat keramaian, sehingga bisa disimpulkan sejak dahulu kala memang Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro telah digunakan sebagai muara perdagangan atau bisa dikatakan jalur perdagangan.

Sejarah Desa di Bojonegoro

Pemimpin Desa Bumirejo Dari Masa 1873

Dari waktu ke waktu, suatu periodesasi selalu berganti pejabat serta kebijakan, para pemerintah baik itu tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kabupaten atau kota sampai tingkat desa. Meskipun ada yang lima tahun semisal dari presiden sampai bupati dan walikota, akan tetapi untuk Pemerintahan Desa memiliki masa jabatan satu periode itu selama 6 tahun oleh karena itu setiap desa pasti ganti dari jaman penjajahan hingga kini di masa orde reformasi, begitupula dengan Kepala Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro selalu berganti dari masa ke masa.

Suksesnya MSD 2023 Jadi Bentuk Suport Warga ke Desa 

Banyak cara dalam membangun hubungan masyarakat kepada pemerintahan supaya bersinergi membangun desa. Satu diantaranya ialah menggali antuasias warga untuk bersatu, memeriahkan kegiatan maupun program desa.

Sejarah Desa di Bojonegoro

Dulu Bernama Pirang, Sumberarum Terdiri dari 2 Desa

Konon pada zaman dahulu kala sebelum kemerdekaan di masa penjajahan Belanda bahkan dimasa-masa Kerajaan, Desa Sumberarum ini bernama Pirang yang tergabung antara 2 desa yaitu Desa Kunci dan Desa Sumberarum itu sendiri. Kemudian pergantian nama Desa Sumberarum ini di masa Adipati Reksokusuma.

Asal Mula Desa Buntalan dan Situs Fosil Jadi Kekayaan yang Terpendam

Mayoritas desa di dalam Kabupaten Bojonegoro memiliki dukuh yang lebih dari dua dukuh. Salah satunya berada pada Desa Buntalan, yaitu Dukuh Sampang dan Dukuh Buntalan, menurut sumber dari salah satu tokoh yang bergabung pada pemerintahan Bojonegoro Mbah Supangat mengungkapkan bahwa dikarenakan Dukuh Buntalan lebih tua dari pada Dukuh Sampang sehingga dipergunakan sebagai nama desa. Dalam sejarah dukuh berarti rukun warga ( RW), akan tetapi masyarakat tetap menggunakan kata dukuh dalam suatu wilayah desa.

Kegiatan P5 dan P2RA, Siswa MTsN 3 Bojonegoro Pesta Demokrasi

Seperti kita ketahui bersama bahwa dalam Kurikulum Merdeka, Peserta didik Madrasah wajib melaksanakan P5 dan P2RA sebagai upaya untuk mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.