Kartar Putra Mandiri Desa Sitiaji Gelar Turnamen Voly Jaring Atlet Muda
Sebagai proses untuk menjaring atlet muda, Karang Taruna Putra Mandiri Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro menggelar perlombaan bola voly.
Sebagai proses untuk menjaring atlet muda, Karang Taruna Putra Mandiri Desa Sitiaji, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro menggelar perlombaan bola voly.
Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro terletak di bagian selatan kabupaten yang terkenal dengan nama Lain kota Migas, sebuah desa yang menyimpan potensi alam salah satunya adalah kerajinan anyaman pandan.
Desa Klepek merupakan salah satu dari 14 desa dan letak geografisnya terletak wilayah administrasi Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Desa Klepek adalah desa yang pada awal mulanya hanya terletak ditepian sungai pacal. Menurut cerita para sesepuh desa dijelaskan bahwa nama Desa Klepek diambil dari kata Iwak Ngelepek-ngelepek.
Timbunan sampah yang ada di jalanan turut Desa Semanding-Sambiroto, makin menumpuk dari hari ke hari. Aneka sampah, mulai dari plastik, popok, sisa makan, kulit kelapa, hingga dedaunan tampak merusak pemandangan di sebelah barat bangunan Jembatan Pemuda-Semanding 2, Selasa (10/10/2023
Tak banyak yang tahu selain Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur terkenal sebagai kota penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas) , ternyata salah satu warganya ada yang menekuni bisnis produksi kopiyah atau peci.
Pada zaman dahulu kala setelah Kerajaan Mataram mengalami perpecahan karena adanya sebuah pemberontakan yang yang didukung oleh pihak penjajahan Belanda ( VOC) sekitar tahun 1700 an, seluruh laskar atau prajurit kerajaan Mataram yang masih setia pada Raja Mataram saat itu tidak menghendaki bersekutu dengan penjajahan Belanda ( VOC), melarikan diri mencari perlindungan di setiap pelosok-pelosok kampung.
Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur terdiri dari 28 kecamatan, 11 kelurahan, dan 419 desa. Dari ratusan desa itu memiliki nama yang unik, dan masing-masing punya cerita menarik yang sudah turun temurun diceritakan dari generasi ke generasi.
Konon zaman dahulu pedukuhan ini terdapat hutan belantara semasa kerajaan, hingga kemudian datang penjajahan Kolonial Belanda masih ditemukan hutan tersebut, akan tetapi banyak sekali bunga teratai di setiap sudut pedukuhan.
Dari zaman dahulu kala, Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro sudah ada sejak zaman pendudukan penjajahan kolonial Belanda.
Pada zaman dahulu, di pedukuhan ini terhampar hutan belantara semasa kejayaan kerajaan. Meskipun penjajahan Belanda masih meninggalkan jejak di hutan tersebut, keunikan Desa Trate, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, terletak pada keberlimpahan bunga terate yang menjulang di setiap sudut pedukuhan