Sehari Jelang Lebaran, LPG di Kota Bojonegoro Masih Sulit Didapat, Warga Beralih ke Kayu Bakar
Sehari Jelang Lebaran, LPG di Kota Bojonegoro Masih Sulit Didapat, Warga Beralih ke Kayu Bakar
Sehari Jelang Lebaran, LPG di Kota Bojonegoro Masih Sulit Didapat, Warga Beralih ke Kayu Bakar
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Bojonegoro tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Jatimbalinus) memastikan pasokan energi bagi masyarakat, termasuk LPG 3 kilogram, di wilayah Bojonegoro dalam kondisi aman. Pemantauan distribusi terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan LPG mencukupi dan tersalurkan sesuai ketentuan pemerintah.
Sejumlah warga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro akhir-akhir ini mengeluhkan kelangkaan stok tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 Kg. Tak hanya soal keberadaan gas melon yang langka, mereka juga mengeluh harga yang didapat dari toko pengecer relatif mahal yakni sampai Rp 30.000 per unit tabung ukuran 3 Kg, Selasa (13/3/2026).
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tetap tepat sasaran. Komitmen itu diwujudkan melalui langkah penertiban terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dinilai tidak menjalankan ketentuan dengan baik, termasuk salah satu SPBU di Kabupaten Jember yang kini tengah dalam proses penanganan terkait dugaan penyimpangan penyaluran Biosolar.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Jawa Timur tetap berjalan lancar menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Selain menjaga kelancaran distribusi, Pertamina juga melakukan pemantauan intensif agar kebutuhan energi masyarakat, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro, tetap terpenuhi.
Sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan kesiapan pasokan energi guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, pariwisata, serta transportasi darat dan udara. Kesiapan tersebut dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 yang bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
Kemenag RI mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat dalam perjalanan mudik ke kampung halaman pada momen Idulfitri 1447 H. Jika lelah dalam perjalanan, Kemenag telah siapkan ribuan rumah ibadah yang siap melayani 24 jam selama fase arus mudik dan arus balik lebaran 2026.
Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan menyediakan program Mudik dan Balik Gratis Tahun 2026 dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Program ini bertujuan membantu masyarakat yang ingin pulang kampung dengan transportasi yang aman, nyaman, serta tanpa biaya.
Pemkab Bojonegoro terus berkoordinasi dengan PT KAI (Persero) memastikan kesiapan moda transportasi kereta api dalam menghadapi masa angkutan Lebaran 2026. Guna mengakomodasi antusiasme masyarakat, sejumlah langkah strategis mulai dari penambahan rangkaian hingga pengaturan jadwal telah disiapkan.