Corona Tak Pengaruhi Bulog
Pasca disidak anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Bulog kantor Cabang Bojonegoro memastikan ketersediaan beras aman 15 bulan kedepan. Meskipun sekarang terjadi pendemi virus coran termasuk di Kota Migas.
Pasca disidak anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Bulog kantor Cabang Bojonegoro memastikan ketersediaan beras aman 15 bulan kedepan. Meskipun sekarang terjadi pendemi virus coran termasuk di Kota Migas.
Dalam sebulan terakhir dipastikan agenda kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro akan melakukan kunjungan kerja di dalam kabupaten. Seperti halnya memastikan kesiapan bulog memasuki panen raya, dengan adanya pendemi virus corona.
Meski di wilayah Jawa Timur diklaim benar-benar menjadi lumbung produksi jagung nasional, bahkan mampu menembus ekspor sampai ke luar negeri, namun komoditi jagung tersebut belum bisa diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro.
Penyerapan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, diawal tahun 2020 baru terbilang cukup minim dan hanya menyerap beras 500 kilogram. Minimnya penyerapan beras tersebut disebabkan masih minimnya petani yang panen pada awal tahun ini.
Adanya 20.000 ton beras cadangan Bulog pusat yang turun mutu, ditanggapi oleh Waka Bulog Bojonegoro, Aan Sugiarto.
Hingga akhir bulan November 2019 cadangan beras yang tersedia di Gudang Bulog Sub Divre Bojonegoro sudah mencapai 48 ribu ton. Jumlah tersebut sudah melebihi target yang dicanangkan yakni sebasar 42 ribu ton. Bahkan serapan Bulog Bojonegoro bisa dibilang yang tertinggi di antara Bulog yang ada di Jawa Timur.
Upaya untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang pergantian tahun baru, Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro bekerjasama denga Bulog Sub Divre menggelar pasar murah non subsidi, pelaksanaan itu sesuai surat yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdangangan Jawa Timur nomor 511.1 / 3029 / 125.4 / 2019. Namun pelaksanaan pasar murah hanya menyasar di 10 kecamatan.
Badan Urusan Logistik (Bulog) sub divre Bojonegoro, bakal ikut berperan dalam pengawasan ketersedian sekaligus penyaluran beras untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bojonegoro.
Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, terus melakukan serapan beras ke petani. Dengan melakukan serapan beras itu, kebutuhan stok yang ditargetkan tahun 2019 ini kini tinggal 10 persen sudah bakal terpenuhi.
Upaya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Sosial (Kemensos) RI bakal membuka peluang kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam pemenuhan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mendatang , mendapatkan respon positif, pasalnya dengan kembali dibukanya peluang penyediaan yang dipasrahkan ke Bulog pastinya pihak Bulog siap.