Marak Kasus Bullying, APPA Tekankan Pentingnya Pendidikan Anti Kekerasan
Kasus perundungan atau bullying di lembaga pendidikan di Indonesia, akhir-akhir ini cukup marak. Seperti salah satu kasus di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Kasus perundungan atau bullying di lembaga pendidikan di Indonesia, akhir-akhir ini cukup marak. Seperti salah satu kasus di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Gerakan untuk melawan perilaku perundungan atau bullying kerap dilakukan. Walau begitu, perilaku seperti ini masih saja terjadi, bahkan jumlah kasusnya seakan terus bertambah. Perundungan bukanlah bentuk candaan, melainkan tak ubahnya perilaku penganiayaan yang tidak semestinya ditoleransi. Sebab, bukan hanya menimbulkan rasa trauma bagi korban, perundungan juga dapat membawa berbagai dampak buruk lainnya, beberapa di antaranya ialah:
Seorang bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar Tasikmalaya Jawa Barat meninggal dunia karena deperesi. Bocah itu sebelumnya diduga mengalami perundungan dari teman-temannya dengan cara dipaksa menyetubuhi kucing.
Perilaku cyber bullying atau perundungan secara online masih menjadi momok bagi para penggunanya, terutama anak-anak dan remaja. Namun, jutaan orang tua ternyata merasa tidak berdaya untuk melindungi anak-anak mereka. Padahal, 48 persen mengetahui bahwa anak mereka pernah mengalaminya.
Setiap orangtua akan merasa kecewa, sedih dan marah saat mengetahui anaknya menjadi korban bullying. Meski begitu, psikolog mengingatkan orangtua agar tidak bertindak gegabah.
Kasus bullying atau perundungan di kalangan remaja dan anak-anak masih sangat tinggi. Padahal bullying dapat memiliki dampak pada psikis jangka pendek hingga jangka panjang.
Tidak ada orang tua yang ingin anaknya dibully orang lain. Bullying adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk menyakiti, mempermalukan, dan menindas seseorang. Banyak langkah-langkah yang orang tua bisa lakukan untuk menghindari anak menjadi pelaku bullying, seperti membangun empati dan meningkatkan kedekatan dengan anak. Namun, apa yang orang tua perlu lakukan agar anak tidak dibully?