Skip to main content

Category : Tag: Bi


Kabid Urais Kemenag Jatim Tekankan Syukur dan Etos Kerja bagi Penghulu dan Penyuluh di Bojonegoro

Penghulu dan penyuluh agama di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro hari ini mendapatkan pembinaan guna meningkatkan profesionalitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Kabid Urais) Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menekankan pentingnya rasa syukur, etos kerja, serta peningkatan kompetensi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, Rabu (11/3/2026).

Polemik Penundaan Haji 2026, Abidin Fikri: Persiapan Tetap Berjalan Sesuai Rencana

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abidin Fikri, menegaskan hingga saat ini Kerajaan Arab Saudi belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rilis media, menyusul polemik yang berkembang di masyarakat akibat situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Siapkan LPDU, Baznas Diharapkan Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Pemerintah melalui lembaga/instansi terkait tengah menyiapkan pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan dana keumatan dan pengembangan ekonomi Islam di Indonesia. Lembaga tersebut direncanakan akan menjadi pusat pengelolaan dana keumatan, tidak hanya terbatas pada zakat, tetapi juga berbagai instrumen ekonomi keumatan lainnya.

Da'i Kondang KH. Anwar Zahid

KH. Anwar Zahid Ingin Setelah Wisuda Nadhom Imriti dan Maqsud, Giliran Alfiyah Ibnu Malik

Wisuda Hafalan Nadhom Imriti dan Maqsud di Pondok Pesantren Sabilunnajah Simo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mendapat apresiasi dari pengasuh KH. Anwar Zahid. Acara Selasa (10/3/2026) malam begitu semarak. Banyak undangan hadir menyaksikan satu persatu santri yang diwisuda tampil ke atas panggung.

Tanya Jawab Fiqih

Syawal Itu Bulan yang Pas untuk Menikah, Benarkah?

Bila ada sebagian orang yang menghindari bulan-bulan tertentu untuk menikah karena menilainya sebagai bulan sial, maka sejatinya fenomena yang sama juga pernah terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah meyakini bahwa bulan Syawal adalah pantangan untuk menikah.