blokBojonegoroTV
Kemarau, Waduk di Bojonegoro Mulai kering
Kemarau, Waduk di Bojonegoro Mulai kering
Kemarau, Waduk di Bojonegoro Mulai kering
Puncak musim kemarau tahun 2023 diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Sejak awal kemarau lalu, tercatat 22 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dilanda krisis air bersih.
Warga Kabupaten Bojonegoro yang berada di daerah kekeringan menyambut gembira adanya droping air bersih. Mereka merasa terbantu dengan bantuan air bersih dari Pemkab Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Perhatikan masyarakat yang mengalami krisis air bersih saat musim kemarau 2023, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 Batalyon Patria Tama menyalurkan sebanyak 25 truk tangki air bersih untuk warga Kabupaten Bojonegoro yang mengalami kekeringan.
Beberapa Desa di Bojonegoro Mulai Kekeringan
Pada kemarau tahun 2023 ini ada 10 desa yang tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan hingga krisis air bersih. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro terus melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan terus mendropping air bersih dan menyiapkan ratusan tangki untuk disebar ke desa-desa yang mengalami kekeringan.
Antisipasi krisis air di sejumlah wilayah, BPBD Bojonegoro telah mendistribusikan 8.000 ribu liter air bersih di wilayah yang kesulitan air.
Lepas lalu lalang para pengiring Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro meninggalkan area Jl. P. Mas Tumapel hingga kawasan Alun-alun Bojonegoro, tak dipungkiri banyak sampah bekas makanan bertebaran di mana-mana.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKP Cipta Karya) terus berupaya membangun sanitasi limbah dan penyediaan air minum bersih melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) di sejumlah kawasan.
Tercatat ada lima desa di empat kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berlangsung sejak bulan Agustus lalu.