13 Hari Pancaroba, 10 Rumah Roboh Akibat Puting Beliung
Fenomena angin puting beliung saat peralihan musim (pancaroba) perlu diwaspadai. Pada awal bulan November ini setidaknya ada 10 kejadian rumah roboh.
Fenomena angin puting beliung saat peralihan musim (pancaroba) perlu diwaspadai. Pada awal bulan November ini setidaknya ada 10 kejadian rumah roboh.
Akibat hujan lebat yang disertai angin kencang, yang terjadi pada sore ini, Sabtu (3/11/2018), sekitar pukul 16.00 Wib. Bangunan rumah yang masih dalam proses pembangunan tiba-tiba ambruk.
Hujan dan angin kencang melanda beberapa wilayah Kabupaten Bojonegoro, antara lain Kecamatan Gayam, Purwosari dan Padangan. Akibatnya pohon tumbang terjadi di dua titik yakni Desa Ngraho Kecamatan Gayam dan Desa Cendono Kecamatan Padangan, selain itu tower milik Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Bojonegoro yang berada di kantor Kecamatan Padangan juga roboh. Di Kecamatan Purwosari dampaknya rumah warga dan pagar salah satu SD roboh. Di Gayam pohon tumbang juga menimpa kabel listrik yang mengakibatkan gardu meledak. Di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander, angin kencang merusak genting rumah warga dan juga atap galvalum pabrik bata ringan amblas terbawa angin beberapa meter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, memprakirakan jika musim hujan mulai pertengahan November 2018. Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk waspada.
Akibat dari peristiwa angin puting beliung yang menerjang Rumah Toko (Ruko) di Temayang, atap 5 ruko mengalami kerusakan berat di bagian atap.
Nasib apes dialami Ahmad Khoiri (39) warga Dusun Klangkrang RT. 01 RW. 03 Desa Tegalkodo, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro itu rumahnya roboh diterjang puting beliung. Kejadian yang berlangsung pukul 15.30 WIB, Kamis (25/10/2018) itu membuat rumah berisi barang-barang di dalamnya rusak parah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana puting beliung dan angin kencang pada musim pancaroba saat ini.
Akibat dua rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung, taksiran kerugian mencapai belasan juta rupiah. Sebab, kondisi rumah yang satu hanya bagian atap dan satu lagi ukurannya kecil.
Santunan korban rumah roboh akibat puting beliung, Abdul Gofar, warga Dusun Glingsem, Desa Soko, Kecamatan Temayang masih dalam pengajuan.
Sepekan lebih setelah peristiwa angin puting beliung yang merobohkan dua rumah milik warga di Desa Soko, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, tepatnya pada tanggal (30/3/2017) yang lalu. Hingga kini, para korban belum juga mendapatkan bantuan berupa santunan dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis (6/4/2017).