Etnomatematika merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang mengaitkan antara matematika dan budaya. Pendekatan ini memandang bahwa konsep dan praktik matematika tidak hanya bersumber dari sistem formal di sekolah, tetapi juga berkembang dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui kebiasaan, simbol, aturan, hingga budaya.
Pekik takbir dan free free Palestin bergema bersahutan dalam aksi bela Palestina yang dilakukan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Bojonegoro, Selasa (7/5/2024)
Polres Bojonegoro bersama Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) telah sepakat bahwa, perguruan silat di Kabupaten tak memasang banner atau baliho ucapan lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. Hal tersebut, untuk menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Bojonegoro tetap kondusif.
Ada banyak kebutuhan para guru sebagai pendidik di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Beberapa diantaranya adalah pengimplementasian Kurikulum Merdeka Belajar, Pembelajaran Berdeferensiasi, berbagi praktik baik, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan meningkatkan mutu pembelajaran.
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro hari ini menggelar press release APBN untuk realisasi sampai dengan 16 Februari 2024. Acara dilakukan melalui zoom meeting dengan melibatkan sejumlah satker yang menjadi wilayah naungan KPPN Tipe A2 Bojonegoro ini.
Rumah arsitektur Kolonial Hindia - Belanda yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro. Rupanya memiliki sejarah apik. Rumah menghadap ke selatan di utara lampu merah itu sekali waktu pada 1957, pernah disinggahi oleh Sang Proklamator, Presiden Soekarno.
PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 kembali menyelenggarakan Kampanye Edukasi Kenal Migas di lingkungan sekolah. Kegiatan Kenal Migas ini merupakan hasil kolaborasi antar fungsi di lingkungan PEPC Zona 12 yang diinisiasi oleh komunitas 4 Twelve sebagai bentuk komitmen kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya.
Aksi bela Palestina terus dilakukan hampir seluruh masyarakat Indonesia. Seperti halnya di Kabupaten Bojonegoro. Siswa di Yayasan Pendidikan Najil Ummah (YPNU) Kenep, Kecamatan Balen, bersama PC Lazisnu Bojonegoro juga menggelar aksi serupa.
Era baru pendidikan Indonesia telah dimulai. Impelemtasi kurikulum merdeka diharapkan mampu mewujudkan sebuah proses pembelajaran yang berpihak pada murid (sesuai dengan bakat, minat dan kebutuhan belajar murid). Selain itu, implementasi kurikulum merdeka juga diharapkan mampu mendorong murid untuk mengeksplor bakat dan minatnya secara maksimal. Secara definitif kurikulum merdeka dapat diartikan sebagai kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. (https://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/kurikulum-merdeka). Implementasi kurikulum merdeka ini juga ditujukan untuk mampu menjamin dan mewujudkan lingkungan belajar menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi murid, sehingga konsep merdeka belajar yang diusung oleh pemerintah (baik merdeka bagi siswa saat belajar maupun merdeka bagi guru saat mengajar) benar-benar bisa diwujudkan sehingga rangkaian proses pembelajaran dalam kurikulum merdeka ini nantinya juga mampu mendorong terwujudnya nilai-nilai karakter murid yang disebut dengan profil pelajar Pancasila.