Puncak Balik, Penumpang Stasiun Meningkat Drastis
Sesuai prediksi, puncak arus balik penumpang di Statsiun Besar Bojonegoro mengalami kenaikan. Lonjakan penumpang mencapai 150 persen lebih, pada hari Minggu (2/7/2017) kemarin.
Sesuai prediksi, puncak arus balik penumpang di Statsiun Besar Bojonegoro mengalami kenaikan. Lonjakan penumpang mencapai 150 persen lebih, pada hari Minggu (2/7/2017) kemarin.
PT. Jasa Raharja (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk oleh Pemerintah dengan tugas pokok memberikan santunan kepada korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum di darat, laut/sungai/danau/penyeberangan dan udara serta korban kecelakaan lalu lintas jalan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Umum dan Undang-Undang Nomor 34 tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Agus Sutopo dan Rasmi, selaku orang tua dari Sefrina Wahyu Nusriana Qilbi, balita penderita penyakit hidrosefalus asal Dusun Kalongan, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro terpaksa harus mengobati anaknya dengan pengobatan tradisonal (alternatif).
Sefrina Wahyu Nusriana Qilbi, balita berumur 1 tahun asal Dusun Kalongan, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro, yang menderita penyakit hidrosefalus hingga saat ini kondisinya belum juga membaik.
Pemasangan baliho ataupun spanduk yang dilakukan oleh oknum- oknum tertentu di pepohonan sangat di sayangkan. Pasalnya, pemasangan di pepohonan bisa mengancam pertumbuhan pohon dan mengakibatkan pepohonan tersebut mati. Seperti halnya yang terletak di jalan Bojonegoro - Babat, tepatnya Kecamatan Kapas dan Balen.
Agus Sutopo bapak dari Sefrina Wahyu Nusriana Qolbi, balita yang menderita penyakit hedrosefalus, tidak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan anaknya.
Nasib malang menimpa bocah berumur 1 tahun bernama Sefrina Wahyu Nusriana Qolbi, balita asli Dusun Kalongan, Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon, menderita sakit hidrosefalus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro setiap tahun menargetkan penurunan persentase kasus kurang gizi. Sayangnya target penanganan kurang gizi masih minim yakni 0,010 persen.