Idul Adha 1447 Hijriah
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh Pada 27 Mei
Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan 1 Dzulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 dan Idul Adha, Rabu 27 Mei 2026.
Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan 1 Dzulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 dan Idul Adha, Rabu 27 Mei 2026.
Hari Raya Idul Adha sebentar lagi, sebuah momen penting dalam banyak ibadah, diantaranya penyembelihan hewan kurban. Ibadah kurban yang menjadi simbol ketakwaan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam Islam. Bersamaan dengan ibadah shalat Id dan haji, kurban menjadi salah satu syiar besar Bulan Dzulhijjah.
Jelang Hari Raya Idul Adha, sering muncul fenomena masyarakat, berkurban atas nama orang tua atau keluarga yang telah meninggal dunia. Kebanyakan orang yang melakukan itu, bertujuan ingin menghadiahkan pahala kurban kepada ayah atau ibunya sebagai bentuk bakti dan doa setelah wafatnya.
Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro memprediksi awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha diperkirakan berlangsung pada 27 Mei 2026 mendatang.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak lembaga pendidikan mengadakan program iuran untuk penyembelihan hewan. Tujuannya tentu baik, yakni menanamkan semangat kepedulian sosial dan edukasi ibadah kurban kepada para siswa.
Sebentar lagi umat Islam memasuki bulan Dzulhijjah. Bulan itu adalah salah satu bulan yang dimuliakan, termasuk salah satu "asyhurul hurum". Selain bulan untuk ibadah haji dan juga ibadah salat Idul Adha, ada momen ibadah kurban berupa menyembelih kambing atau sapi.
Mengenalkan anak-anak kepada masjid sejak dini, termasuk hal yang baik, agar tumbuh kecintaan mereka terhadap ibadah dan kehidupan keagamaan. Di sisi lain, masjid adalah tempat ibadah yang sangat membutuhkan ketenangan dan kekhusyukan. Dalam rangka tujuan mulia tersebut, maka dibutuhkan kebijaksanaan orang tua dalam mengajak anak atau tidaknya ke masjid. Karena orang tualah yang paling tahu karakter anak-anaknya.
Di era digital, pasar tak lagi harus didatangi, justru bisa “diundang” datang ke kandang. Inilah yang dilakukan Sulistiyo Nurul Cahyanto, pemuda pelopor Bojonegoro yang berhasil mengubah cara jual beli kambing kurban melalui Kelompok Tani Ternak (KTT) Srono Makmur.
Di banyak masjid atau musala hari ini, sering dijumpai fenomena yang tampak sepele, tapi sebenarnya punya dampak besar. Yakni saat akan melaksanakan salat jamaah, membawa sajadah besar yang dibentangkan oleh sebagian orang yang tidak membutuhkan ruang seluas itu. Niatnya mungkin baik, ingin lebih nyaman atau menjaga kebersihan.
Sering sekali terlihat fenomena di masjid atau musala, saat akan khutbah Jumat sedang berlangsung, atau ketika melaksanakan salat Jumat, atau salat berjamaah, seorang melangkahi pundak atau leher shaf yang ada di depannya.