Terendam Air Hujan, Tembakau Petani Mati
Apes menimpa petani tembakau di beberapa sentra yang ada di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya Kecamatan Kanor. Sebab, curah hujan tinggi membuat tanaman tembakau mati.
Apes menimpa petani tembakau di beberapa sentra yang ada di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya Kecamatan Kanor. Sebab, curah hujan tinggi membuat tanaman tembakau mati.
Sebagian petani di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro pada musim penghujan bulan Oktober 2017 ini harus kebingungan. Sebab, mereka saat ini kesulitan mencari pupuk.
Setelah beberapa bulan harga bawang merah di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, anjlok. Kamis, (19/10/2017) harga bawang sudah mulai merangkak naik.
Sebagian tanaman cabai milik petani di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro masih masuk musim panen. Namun petani merasa tbelum puas lantaran harga cabai tak kunjung membaik.
Sempat bertahan meski diguyur hujan beberapa kali. Harga tembakau di Kabupaten Bojonegoro mulai turun, dari sebelumnya harga tembakau ranjang bisa laku sampai Rp30.000 saat ini harga turun menjadi Rp20.000 per kilogram. Penurunan ini sontak membuat petani kaget.
Hujan deras telah mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro beberapa hari terkhir. Hal itu dimanfaatkan oleh petani yang memeliki lahan tadah hujan untuk bercocor tanam.
Hujan yang turun beberapa hari belakangan ini dirasa tidak berpengaruh terhadap tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro. Karena sampai sekarang tanaman tembakau masih bagus, hujan yang menguyur hanya seperti tembakau saat setelah disiram.
Kemarau tahun ini sebagian petani jagung di Kecamatan Bubulan mulai panen. Yang menggembirakan bagi para petani harga jagung musim ini terbilang tinggi.
Dua dari pelaku pencurian yang terjadi di Dusun Peting, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, masih di bawah umur. Keduanya AP (19) dan RES (16) yang masih tetangga korban, Siti Maudhoh (41) diamankan Polsek Sumberrejo setelah membobol rumah korban.
Kemarau panjang saat ini membawa berkah bagi petani tembakau di Bojonegoro. Panen melimpah, kualitas bagus dan harga pun tergolong mahal jika dibandingkan tahun sebelumnya. Karena dari panen pertama, kualitas daun tembakau sudah bagus, sehingga dihargai tinggi oleh pembeli.