Skip to main content

Category : Tag: Santri


Waspada Corona, Jangan Panik

Tiba di Terminal, Santri Amanatul Ummah Mojokerto Diperiksa Secara Ketat

Santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Mojokerjo menjalani pemeriksaan kesehatan saat tiba di Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro, Rabu (8/4/2020) siang. Protokol Itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19) yang semakin mewabah di Tanah Air.

Waspada Corona, Jangan Panik

112 Santri Lirboyo Kediri Pulang Kampung

Merebaknya virus corona atau Covid-19 mendapat perhatian lebih oleh berbagai kalangan, tidak terkecuali Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada diberbagai Daerah khususnya yang ada di Jawa Timur. Guna mengantisipasi penyebaran virus itu dilingkungan Ponpes, Selasa (31/3/2020) ratusan santri dari Lirboyo Kabupaten Kediri dipulangkan dengan menggunakan 1 bus dan 5 kendaraan Elf.

Waspada Corona, Jangan Panik

Tiba di Bojonegoro, Satu Santri Tambakberas Suhu Tubuh Tinggi

Kepulangan seratusan santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas Kabupaten Jombang, Sabtu (28/3/2020) tiba di Terminal Tipe A Rajekwesi Kabupaten Bojenegoro. Usai turun dari bus satu persatu santri menjalani pemeriksaan kesehatan.

Waspada Corona, Jangan Panik

Lagi 126 Santri Putra Tambakberas Sampai di Bojonegoro

Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Kabupaten Jombang, mulai kemarin Jumat (27/3/2020), memulangkan ribuan santrinya sementara ke rumah masing-masing.

Santri Attanwir dan Budaya Anti Libur di Tahun Baru

Pondok Pesantren Attanwir yang terletak di Desa Talun Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terlahir dari sebuah musala yang terbuat dari kayu jati yang dibangun pada Tahun 1925 M, oleh H. Idris dan dipersiapkan untuk anak angkatnya, H. Sholeh, yang masih belajar di Pondok Pesantren Maskumambang Gresik.

945 Madin dan Ustad Terima BPPDGS Setahun Penuh

Dana Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) tahun 2019 sudah dicairkan semuanya. Dana bantuan tersebut diterima oleh masing-masing lembaga dan guru sebanyak 12 bulan. Dana bantuan keuangan itu bersumber dari APBD Provinsi Jawa timur dan APBD Kabupaten Bojonegoro, yang totalnya Rp 15.3 miliar.