Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah memberikan penghargaan kepada tujuh santri berprestasi. Penghargaan diberikan saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021, Jumat (22/10/2021).
Kementrian Agama Bojonegoro gelar berbagai lomba guna peringati Hari Santri Nasional. Perlombaan tersebut digelar secara daring dan diikuti sebanyak 440 peserta di Bojonegoro.
Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, Kementerian Agama Bojonegoro menggelar berbagai lomba. Lomba tersebut guna meningkatkan kreatifitas dan meningkatkan giat belajar para santri.
Dalam rangka menyemarakkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober mendatang. Remaja Masjid Agung Darussalam Bojonegoro menyelenggarakan lomba Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) yang terdiri dari dua kategori, dakwah dan adzan serta diikuti oleh 92 peserta yang lolos seleksi.
Menyambut peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Program studi (Prodi) Bimbingan Konseling (BK) Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Sunan Giri Bojonegoro, menggelar olimpiade kreativitas se-Nusantara.
Polres Bojonegoro menggelar serbuan vaksinasi untuk mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Desa Talun Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/9/2021) siang.
Ada hal menarik disampaikan oleh Rektor Unugiri Bojonegoro, K. H. Jauharul Ma’arif, saat pembukaan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang live virtual pada Jumat (24/9) baru-baru ini. Yakni, term “santri†yang jangan hanya dilihat sebagai person-nya saja. Tetapi, lebih kepada karekteristik yang dimilikinya. Apa yang disampaikan oleh Gus Rektor, bagi penulis menjadi penjelas, bahwa karakteristik santri perlu diketahui agar bisa diadopsi oleh berbagai kalangan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara hebat.
Kesuksesan program pemerintah pusat dalam percepatan program vaksinasi guna mencegah penyebaran Covid-19, harus didukung semua pihak termasuk di Kabupaten Bojonegoro. Seperti proses vaksinasi yang mulai menyasar pondok pesantren di daerah penghasil minyak, sebutan lain Kabupaten Bojonegoro.