631 bakal calon legislatif (Bacaleg) dari 16 partai politik telah didaftrakan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro, Selasa (17/7/2018) kemarin. Dari keseluruhan partai, ada beberapa partai Bacalegnya minim.
Terjadinya bencana di Kabupaten Bojonegoro perlu diantisipasi dan ditanggulangi semua pihak, karena setiap musim kemarau maupun penghujan Kota Ledre dapat dipastikan akan terjadi bencana alam mulai banjir Bengawan Solo maupun banjir bandang, kekeringan, tanah gerak maupun yang lainnya. Padahal, Kabupaten Bojonegoro yang terbagi menjadi 28 kecamatan sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2012, tentang penanggulangan bencana. Tetapi kesiapsiagaan terkait kebencanaan belum sepenuhnya tertangani secara maksimal.
Meski sudah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mengklaim belum ada desa yang melaporkan desanya terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau.
Peningkatan volume kendaraan yang melintas saat Lebaran ini berpengaruh pula pada antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Terlihat, beberapa SPBU yang berada di sepanjang jalur Bojonegoro-Babat antreannya mengular.
Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina memprediksi terjadinya peningkatan konsumsi pada produk LPG bersubsidi (3 kg) rata-rata sebesar 7%, dari konsumsi normal sebesar 94.679 Metric Ton (MT) / Bulan menjadi 101.307 MT/Bulan.
Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) Wilayah Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara meluncurkan tim satgas penyaluran BBM dan LPG Idul Fitri 1439 H.
musim kemarau ini, ini sangat berdampak pada petani tanaman cabai di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Pasalnya hasil cabai kurang maksimal bahkan banyak yang kering dan busuk akibat kurangnya pasokan air.
Musim kemarau baru saja terjadi beberapa minggu ini. Namun, kekeringan sudah mulai tampak terlihat, seprti yang terjadi pada embung di Desa Glagah, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mini atau biasa disebut pom mini kini semakin menjamur di Kabupaten Bojonegoro. Pada tahun 2017, pom mini di Kota Ledre hanya berjumlah sekitar 80 unit, tetapi pada tahun 2018 ini melonjak menjadi sekitar 160 unit.