Bandara Ditutup, KA Gumarang Tambahan jadi Pilihan dari Surabaya ke Jakarta
Suasana KA Gumarang tambahan yang mengangkut ratusan penumpang dari Bandara Juanda yang batal terbang (Foto: blokBojonegoro.com)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – PT KAI mengoperasikan satu perjalanan kereta api tambahan relasi Stasiun Pasar Turi Surabaya–Gambir Jakarta pada Senin (7/9/2026). KA Gumarang tambahan tersebut mulai dioperasikan hari ini dan menjadi salah satu alternatif perjalanan bagi penumpang menuju Jakarta.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, pada hari ini terdapat satu KA tambahan dengan relasi Pasar Turi–Gambir yang berhenti di Stasiun Bojonegoro.

"Hari ini ada 1 KA Tambahan, Pak. relasi Pasarturi - Gambir, yang berhenti di Bojonegoro," ungkap Mahendro.

Pantauan blokBojonegoro.com, suasana KA Gumarang tambahan yang berangkat dari Stasiun Bojonegoro pukul 15.37 WIB, Senin sore, tampak berbeda dibandingkan hari-hari biasa.

Hampir seluruh gerbong ekonomi dipenuhi penumpang. Sejumlah penumpang bahkan terlihat membawa koper berukuran besar yang memenuhi bagasi atas maupun diselipkan di sela-sela kursi karena ruang penyimpanan telah penuh.

Pemandangan tersebut sekilas seperti suasana di dalam pesawat. Penumpang datang dengan koper-koper besar, sebagian membawa barang bawaan untuk perjalanan jauh menuju Jakarta.

Kondisi itu ternyata tidak lepas dari adanya penumpang yang sebelumnya hendak melakukan perjalanan menggunakan pesawat dari Bandara Juanda Surabaya.

Salah satunya Herman, warga Kota Surabaya, yang mengaku semula hendak terbang ke Jakarta. Namun, rencana tersebut berubah setelah dirinya mendapatkan informasi mengenai kegagalan penerbangan.

"Kami tadi mau naik pesawat di Juanda, tapi tidak tau, sampai di bandara baru ada pemberitahuan gagal terbang," ungkap Herman.

Menurut Herman, ratusan calon penumpang di Bandara Juanda yang hendak menuju Jakarta kembali gagal melakukan penerbangan. Ia menyebut informasi yang diterima penumpang, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma masih ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut membuat sejumlah calon penumpang kemudian mencari moda transportasi alternatif agar tetap bisa berangkat ke Jakarta.

"Kami dan teman-teman banyak yang langsung beralih pesan tiket ke KA Gumarang Gerbong Tambahan," tegas penumpang lain, Saiful.

Peralihan mendadak dari pesawat ke kereta api itu juga terlihat dari barang bawaan para penumpang. Koper-koper berukuran besar tampak mendominasi bagasi KA Gumarang tambahan.

Tak hanya gerbong yang dipadati penumpang, layanan makanan di dalam kereta juga ikut diserbu. Sejumlah penumpang bahkan harus mengantre cukup panjang untuk mendapatkan makanan.

Sebagian penumpang mengaku belum sempat makan sejak berada di bandara. Mereka harus berburu tiket kereta api setelah penerbangan yang direncanakan gagal, sehingga waktu untuk makan pun terlewat.

"Mohon maaf bapak dan ibu, makanan sudah pada habis, harap sabar," kata petugas di tempat makan KA Gumarang. [riz/mad]