Waspada Bencana di Bojonegoro
Bengawan Solo Siaga Hijau, Tren Naik Cepat
Hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai Bengawan Solo membuat air terus naik, terutama di sekitaran Kota Bojonegoro.
Hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai Bengawan Solo membuat air terus naik, terutama di sekitaran Kota Bojonegoro.
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menyiapkan beragai hiburan bagi masyarakat. Salah satunya di Taman Galeri Bengawan. Pada Kamis kemarin banyak pengunjung untuk menyaksikan hiburan barongsai di galeri yang berada di Desa Padang, Kecamatan Trucuk. Pengunjung tak hanya terhibuir, tapi juga belajar sejarah peradaban Bengawan Solo diantaranya lewat perahu kayu kuno.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro merilis peta rawan bencana terbaru. Pada peta terbarunya, hampir tiap kecamatan di Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi bencana yang berbeda-beda.
Intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bojonegoro semakin sering terjadi belakangan ini. Bahkan, curahnya cukup besar dibanding sebelumnya.
Dua proyek strategis Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro terancam gagal terealisasi pada tahun anggaran 2025. Padahal, kedua proyek tersebut, telah dianggarkan masing-masing senilai Rp7,5 miliar, dengan total Rp15 Miliar.
Sampai saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro terus memantau perkembangan kualitas air Bengawan Solo yang diduga sempat tercemar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro terus memantau perkembangan kualitas air Bengawan Solo yang diduga sempat tercemar. Kini, DLH masih menunggu hasil uji lab yang baru keluar pada 8 Oktober 2025 mendatang.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak untuk mengetahui penyebab perubahan warna air Bengawan Solo. Bahkan, tim ke lokasi Bengawan Solo mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian laboratorium terakreditasi di Kota Surabaya.
Pencairan oleh Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro dan lain-lain, dihentikan saat malam mulai tiba. Sebab, kondisi Bengawan Solo yang gelap menjadi salah satu faktor utamanya.
Diduga tenggelam di aliran sungai Bengawan Solo, Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro dan lain-lain tengah mencari keberaaan Agiar Fatir Ibrahim (15) warga Desa Jumok RT 11/RW 04 Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, (13/9/2025).