Mayat Pria Mengapung di Bengawan Solo
Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro berhasil mengevakuasi sesosok mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya, mengapung di Bengawan Solo pada Senin (6/2/2017) sore.
Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro berhasil mengevakuasi sesosok mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya, mengapung di Bengawan Solo pada Senin (6/2/2017) sore.
Setelah kemarin ditemukan mayat perempuan mengapung di Bengawan Solo dan diketahui berasal dari Ngawi. Siang tadi warga di Kelurahan Jetak digegerkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan.
Belakangan ini, tinggi muka air di Bengawan Solo menunjukkan tren fluktuatif. Walaupun sekarang di bawah siaga, namun hujan lebat disertai angin kencang bisa membuat air kembali naik. Hal itu membuat petani yang ada di bantaran ketar-ketir.
Status Bengawan Solo dinyatakan siaga satu. Debit air sungai yang membelah wilayah Bojonegoro itu terus mengalami kenaikan. Hingga pukul 06.00 WIB debit air berada di kisaran 13.50 pheilschaal di atas permukaan air laut.
Tingginya curah hujan beberapa hari ini membuat tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, kembali meningkat.
Meninggalnya Supar (51) asal Desa Jati Duwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, diyakini warga datang ke wilayah Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, sebagai penambang pasir.
Ditemukannya penambang pasir manual asal Kabupaten Jombang di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang meninggal dunia di Bengawan Solo, sejauh ini masih meninggalkan trauma bagi penambang lain. Walaupun alasan utama tetap kondisi air bengawan yang fluktuatif.
Selama tahun 2016, banyak kasus kriminal yang berhasil diungkap Kepolisian Resor Bojonegoro. Dari sekian kasus yang diungkap, beberapa kasus menonjol kembali menjadi perhatian di tahun 2017.