#KabarBanjir
Genangi 45 Desa, Bengawan Solo Berangsur Turun
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo sudah dirasakan warga Bojonegoro di 45 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Ketinggian air berkisar 10 hingga 50 centimeter.
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo sudah dirasakan warga Bojonegoro di 45 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Ketinggian air berkisar 10 hingga 50 centimeter.
Hingga malam ini, Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo wilayah Bojonegoro cenderung stabil. Lima jam terakhir, mulai pukul 18.00 hingga pukul 22.00 Wib, TMA Bengawan Solo pada posisi siaga kuning, Jumat (8/3/2019).
Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo wilayah Bojonegoro cenderung naik. Tiga jam terakhir, mulai pukul 16.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib, TMA mengalami kenaikan, Jumat (8/3/2019).
Jalan di utara Terminal Rejekwesi Kota Bojonegoro tergenang, tepatnya akses menuju Jalan Pondok Pinang (Pondok Bambu). Genangan air mulai kemarin, yakni saat air Bengawan Solo meluber dan kiriman anak sungai juga besar. Beberapa pemancing mendapar info ada kolam lele kebanjiran dan ikan lepas. Termasuk di sungai di Jantung Kota Bojonegoro, turut Desa Sukorejo. Aneh memang, di tengah hilir mudik pengendara motor dan mobil yang melintas, pemancing tetap tenang.
Dilansir dari Pusdalops BPBD Kabupaten Bojonegoro, melaporkan perkembangan ketinggian air Bengawan Solo pada tanggal 08 Maret 2019. Sumber data dari Perusahaan Umum Jasa Tirta I Devisi Jasa Asa III Bengawan Solo, sebagai berikut:
Sejak Rabu lalu, Kota Ledre Bojonegoro dikepung banjir akibat luapan sungai bengawan solo. Sungai yang membentang dan melintasi Bojonegoro utara, juga merupakan perbatasan antara Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.
Curah hujan deras yang terjadi sejak Selasa (5/3/2019), mengakibatkan air di beberapa sungai meluap, bahkan hingga tidak bisa menahan air dan mengakibatkan jebolnya tanggul.
Tingginya intensitas hujan yang mengguyur hulu sungai bengawan solo dan hujan lokal di Kabupaten Bojonegoro sejak kemarin, membuat sungai terpanjang di pulau jawa ini meluap.
Pencarian korban NST sudah memasuki hari ke-5. Berbagai upaya dan metode dalam menemukan warga asal Kelurahan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro itu terus bergulir hingga perluasan koordinasi sampai wilayah Widang, juga sebagian besar titik bengawan di hilir Kabupaten Lamongan.
Proses pencarian tim BPBD Kabupaten Tuban terkait aksi nekat seorang warga yang loncat dari Jembatan Glendeng, Jumat (1/2/2019) malam kemarin, hingga siang ini belum juga menemukan titik terang.