Sempat Siaga Hijau, Debit Air Bengawan Berangsur Turun
Ketinggian air Bengawan Solo, Jumat (10/4/2020) sempat naik cukup signifikan sampai masuk siaga hijau dengan Tinggi Muka Air (TMA) di papan duga Kota Bojonegoro di titik 13.74 phielscaal.
Ketinggian air Bengawan Solo, Jumat (10/4/2020) sempat naik cukup signifikan sampai masuk siaga hijau dengan Tinggi Muka Air (TMA) di papan duga Kota Bojonegoro di titik 13.74 phielscaal.
Hujan yang turun beberapa hari di sejumlah wilayah membuat tinggi muka air (TMA) bengawan solo mulai naik cukup signifikan. Jumat (10/4/2020) pagi pukul 06.00 Wib, TMA di Kota Bojonegoro sudah masuk siaga hijau.
Air Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih naik cukup signifikan. Walaupun begitu, perlahan-lahan di sekitar hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa itu telah turun.
Dua korban tenggelam di Kali Besuki Desa Kedungbondo Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro akhirnya ditemukan.
Sejak semalam, air Bengawan Solo naik cukup signifikan. Hal itu dipengaruhi kiriman dari wilayah hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Warga Desa Mojo Kecamatan Kalitidu dikagetkan peristiwa tenggelamnya seorang wanita muda di Bengawan solo, yang diduga mengalami gangguan jiwa (depresi), Sabtu (7/3/2020).
Tanah Bantaran Bengawan Solo di Bawah Jembatan Kaliketek Tergerus
Intensitas hujan yang tinggi serta kurangnya resapan air membuat sebagian tanah di bantaran sungai bengawan solo yang berada di RT.23 Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro mengalami longsor sedalam 3 hingga 4 meter. Tepatnya di bawah jembatan Kaliketek.
Curah hujan yang masih tinggi mengguyur beberapa wilayah di Jawa Timur tentu akan berdampak pada Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Bojonegoro.