Haji 2018
Haji Tahun Ini Didominasi Petani dan Kaum Hawa
Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Bojonegoro sore ini resmi diberangkatkan oleh Pj Bupati untuk kloter 39 dan 40, pukul 14.30 dan 15.00 Wib.
Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Bojonegoro sore ini resmi diberangkatkan oleh Pj Bupati untuk kloter 39 dan 40, pukul 14.30 dan 15.00 Wib.
Setelah dirasa siap, ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) Bojonegoro diberangkatkan langsung menuju ke asrama haji Surabaya. Pelepasan itu terbagi mejadi dua kloter yakni kloter 39 dan 40.
Dari jumlah 1.345 calon jemaah haji (CJH) yang bakal melaksanakan ibadah di tanah suci ini, ada 968 CJH atau mencapai 70 persen lebih menggunakan gelang berwarna jingga. Gelang yang dinamakan gelang risti ini sebagai tanda bahwa jemaah tersebut mempunyai penyakit berisiko tinggi dan perlu pengawasan ekstra.
Ada hal unik saat para Calon Jemaah Haji (CJH) berkumpul di titik pemberangkatan sekitar Alun-Alun Bojonegoro. Sepasang suami istri CJH terlihat menaiki becak untuk menghindari kemacetan.
Farida Perdana Hanif yang sering dipanggil Ridda, lahir pada 11 juni 1995 di Wonosobo, Jawa Tengah. Ia sangat menyenangi hal-hal dibidang kesehatan sejak SMA, ia sering mengikuti kegiatan ekstra yang berhubungan dengan dunia kesehatan. Setelah lulus SMA Ridda melanjutkan studinya di Universitas Yogyakarta dengan menempuh program studi di fakultas kedokteran. Dan disela-sela waktu kuliah yang padat ia meluangkan waktunya untuk menulis buku bertema kesehatan.
Tas atau koper jemaah haji dipastikan tidak akan mudah tertukar dengan koper jemaah lain. Karena masing-masing koper sudah diberi tanda warna berdasarkan rombongan masing-masing.
Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, menyatakan pada 28 Juli 2018 besok akan terjadi fenomena alam yang berkaitan dengan ibadah umat Islam, yaitu gerhana bulan total di wilayah Indonesia.
Keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro tinggal menghitung hari, namun ada satu jamaah yang tergabung pada kloter 41 dipastikan gagal berangkat dikarenakan jamaah tersebut telah meninggal dunia pada Selasa (17/7/2018) atas nama Sajat yang berasal dari Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem.
Calon Jemaah Haji (CJH) Bojonegoro diminta mematuhi ketentuan terkait barang bawaan yang hendak dibawa ke tanah suci. Pasalnya, saat memasuki bandara, nantinya akan ada petugas yang memeriksa koper-koper jemaah untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa.
Meski keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tinggal beberapa hari lagi, akan tetapi undangan jadwal keberangkatan khusus hingga kini belu dibagikan