Lestarikan Sedekah Bumi, Desa Ngradin Datangkan Ketoprak
Warisan budaya sudah sepatutnya dilestarikan dan dijaga, agar tidak terulang kembali kekayaan negeri ini diakui oleh negara lain.
Warisan budaya sudah sepatutnya dilestarikan dan dijaga, agar tidak terulang kembali kekayaan negeri ini diakui oleh negara lain.
Sebagai upaya memberikan keamanan bagi jamaah haji Bojonegoro dari tindakan kejahatan penipuan saat melaksnakan ibadah di tanah suci, Kementrian Agama pusat membentuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk membentuk tim keamanan.
Hendra Putra Samarinda, merupakan kota di mana ia dilahirkan pada dua puluh satu tahun lalu. Tepatnya pada 13 januari 1995. Lelaki Capricorn ini menyukai hal apa saja yang berbau seni. Saat ini ia sedang mempersiapkan ide untuk novel selanjutnya. Harapannya, agar dapat terus bisa menulis hingga lautan tak lagi berair.
Sebagai antisipasi menjaga kondisi kesehatan dan terhindar dari dehidrasi diimbau para Jamaah haji Bojonegoro, saat berada di tanah suci untuk memperbanyak minum air putih.
Maria Celia Lahir pada tanggal 2 Desember 1923, terlahir dengan nama Maria Anna Sophie Cecilia Kalogeropoulos orang tuanya imingran yunani. Ia pernah belajar di National Conservatoire, Athena dan Paris pada tahun 1964, Sir David Webster direkrut Royal Opera Housedi London menggambarkannya sebagai “Seniman Teater Musik terhebat pada masanyaâ€. Maria Celia adalah “La Divina†Seorang penyanyi sopran oper paling terkenal. Namun diantara penyanyi sopran ia punya saingan berat pada abad ke-20. Ia juga pernah memerangi film, Film yang pernah dibintanginya antara lain “Callas Forever (2002), Medea (1969), dan Maria Calas potrait (1968). Lahir di New York City dan dibesarkan oleh seorang ibu yang keras, ia memperoleh pendidikan musik dan mulai membangun karirnya di italia. Hidupnya yang penuh tragedi sering membayangi karirnya. Pada tahun 2006 ia mulai menulis opera news mengenai callas.
Seluruh Jamaah haji Bojonegoro Kloter 39,40 dan 41 telah tiba di tanah suci, dan telah menuju Kota Makkah. Para jamaah sudah mengenakan baju ihram dan setiap harinya tengah melaksanakan ibadah di tempat yang dinilai mustajab untuk memanjatkan doa.
Meski tak muda lagi, namun tatapan pria calon jemaah haji (CJH) asal Desa Nguken, Kecamatan Padangan itu tetap tajam. Langkahnya pun tegap menuju kursi tunggu di Pendopo Malowopati sebelum pelepasan keberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (31/7/2018) siang.
Jamaah haji Bojonegoro yang merupakan gabungan dengan jamaah haji dari kabupaten lain dilepas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Selasa (31/7/2018) pada pukul 15.00 WIB. Para jamaah haji itu bakal tergabung pada Kelompok terbang (Kloter) 44.
Dua Kelompok Terbang (Kloter) 39 dan 40 jemaah haji asal Kabupaten Bojonegoro, saat ini sudah tiba di tanah suci, dan mendarat di bandara King Abdul Aziz Jeddah seluruhnya pada tanggal 31 Juli waktu Arab Saudi.
Setelah agenda konferensi wilayah (Konferwi) NU Jawa Timur (Jatim) berlangsung tanggal 28-29 Juli 2019, di pondok pesantren Lirboyo Kediri, terpilih Rois Syuriah KH. Anwar Mansur dan Ketua Tanfidziyah KH. Marzuki Mustamar untuk memimpin NU Jawa Timur 2018-2023.