Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Limbah pertanian yang sebelumnya kurang termanfaatkan kini menjadi sumber pendapatan melalui program Kang Ebit: SIMPEL (Sistem Pertanian Terintegrasi Pengelolaan Limbah) di Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Inovasi yang dikembangkan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Fuel Terminal (FT) Tuban ini menggabungkan peningkatan produktivitas pertanian dengan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Program tersebut tidak hanya berdampak pada penghasilan petani, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Salah satu hasilnya terlihat dari omzet produksi briket yang meningkat 114 persen, dari Rp336 juta pada 2025 menjadi Rp720 juta per tahun pada 2026.
Di sektor pertanian, program ini mengoptimalkan dua sumur bor yang sebelumnya terbengkalai melalui penerapan irigasi tetes, irigasi komunal, dan sistem fertigasi. Upaya tersebut mendukung 25 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Boro Tani Makmur dalam mengelola lahan seluas 3,5 hektare.
Frekuensi panen petani meningkat dari sebelumnya 1-2 kali menjadi 3-4 kali per tahun. Seiring dengan peningkatan produktivitas tersebut, omzet petani juga naik 76 persen, dari rata-rata Rp850 ribu menjadi Rp1,5 juta per bulan.

Selain meningkatkan hasil pertanian, Kang Ebit: SIMPEL mengolah 205 ton limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat. Melalui teknologi pembakaran tertutup dengan sistem kondensasi, limbah diolah menjadi asap cair untuk pestisida organik serta biochar yang dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
Pengolahan tersebut berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 44,3 ton CO₂ ekuivalen per tahun.
Produksi briket dalam program ini juga didukung pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penggunaan energi bersih tersebut mampu menekan emisi sebesar 5,9 ton CO₂ ekuivalen per tahun sekaligus menghemat biaya listrik hingga Rp6,8 juta per tahun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu menghubungkan pertanian berkelanjutan dengan penguatan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
"Program ini menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Pemanfaatan limbah pertanian tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan," ungkap Anthon.

Fuel Terminal Manager Tuban, Aan Nurochman, menjelaskan bahwa Kang Ebit: SIMPEL dirancang untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Integrasi pertanian produktif dan pengolahan limbah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
"Integrasi pertanian produktif dan pengolahan limbah diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih," kata Aan.
Manfaat program juga dirasakan masyarakat Desa Kapu. Ibnu Fajar, generasi penerus local hero program tersebut, mengatakan bahwa inovasi ini membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang pendapatan baru dari limbah panen.
"Melalui program Kang Ebit: SIMPEL, kami merasakan manfaat nyata bagi masyarakat. Produktivitas pertanian meningkat, sementara limbah hasil panen yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini memiliki nilai ekonomi. Kami berharap program ini terus berkembang sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong potensi Desa Kapu agar semakin dikenal luas," ujar Ibnu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Melalui inovasi berbasis potensi lokal, perusahaan mendorong kemandirian masyarakat sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dan lingkungan.
"Melalui Kang Ebit: SIMPEL, kami berkomitmen mendorong kemandirian masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," tuturAhad.
Melalui program ini, pengelolaan limbah pertanian tidak hanya diarahkan untuk mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan usaha masyarakat. Integrasi pertanian, pengolahan limbah, dan pemanfaatan energi surya diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung praktik produksi yang lebih berkelanjutan. [feb/mad]