Digelontor Rp160 Miliar, Produksi Gayatri Bojonegoro Capai Rp360 Juta Sehari
Wabup Bojonegoro tinjau salah satu penerima Program Gayatri (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro mengklaim Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) mampu menghasilkan produksi telur dengan nilai mencapai sekitar Rp306 juta per hari.

Program yang menyasar ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut, disebut tidak hanya menjadi bantuan usaha, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan harian bagi masyarakat.

Sekretaris Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Elfira Nuraini mengungkapkan, Program Gayatri pada tahun 2025 menyasar sebanyak 5.400 KPM. Program tersebut, kemudian berlanjut pada 2026 dengan menyasar 4.400 KPM.

Berdasarkan data yang dihimpun, produksi telur dari program tersebut mencapai 216.950 butir per hari atau setara sekitar 12.761 kilogram. Nilai produksinya diklaim mencapai Rp306.264.000 per hari.

Artinya, jika dikalkulasi, setiap KPM menghasilkan rata-rata 22 hingga 23 butir telur setiap harinya, dari total 54 ekor ayam yang diberikan.

Dari sisi ekonomi keluarga, setiap KPM secara umum memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp20.000 hingga Rp25.000 per hari dari penjualan telur.

“Tetapi juga mendorong ribuan keluarga miskin memiliki sumber pendapatan produktif yang dapat diperoleh secara harian,” ungkap Elfira.

Menurut Elfira, program Gayatri juga turut mendorong peningkatan produksi telur ayam di Bojonegoro. Produksi telur ayam yang sebelumnya tercatat sebanyak 2.318 ton pada 2024, kini meningkat menjadi 5.444 ton.

Peningkatan tersebut mencapai sekitar 134 persen dan disebut mampu mengurangi defisit produksi telur di daerah.

“Nilai produksi telur ayam saat ini mencapai sekitar Rp306 juta per hari dan menjadi bagian dari perputaran ekonomi sektor peternakan,” lanjut Elfira.

Selain meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat program Gayatri diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja keluarga. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi sektor peternakan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Peningkatan produksi telur juga dinilai dapat memperkuat ketersediaan pangan sumber protein bagi masyarakat. KPM tidak hanya mendapatkan peluang usaha produktif, tetapi juga diharapkan lebih mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

“Untuk menjaga keberlanjutan program, kami laksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan peternakan dan kendala di lapangan,” beber Elfira.

Salah satu penerima manfaat Program Gayatri, Marni, warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, mengaku bantuan ayam petelur tersebut membantu menambah penghasilan keluarganya.

Marni sebelumnya menerima sebanyak 54 ekor ayam petelur. Dari jumlah tersebut, produksi telur yang dihasilkan berkisar 40-45 butir per hari atau sekitar 2,5 kilogram.

“Alhamdulillah, penjualan telur ayam Gayatri bisa untuk menambah penghasilan keluarga,” tutur Marni.

Pada tahun ini, Marni kembali mendapatkan tambahan bantuan sebanyak 27 ekor ayam petelur. Tambahan tersebut akan digunakan untuk mendukung produksi telur omega.

“Tahun ini saya dapat tambahan setengah paket, isi 27 ayam petelur untuk fokus produksi telur omega,” terangnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2025 Pemkab Bojonegoro menggelontorkan Rp86,7 miliar untuk 5.400 KPM melalui P-APBD tahun 2025. Kemudian, tahun 2026 kembali dialokasikan anggaran sebesar Rp74 miliar yang menyasar 4.400 KPM. [riz/mad]