Reporter: Muhammad
blokBojonegoro.com - Sehari melepas jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, langsung dilantik dan menduduki jabatan spesial, yakni Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Sekitar pukul 15.00 WIB kemarin, Pratikno bersama 25 tokoh lainnya dilantik menjadi Wantimpres. Pelantikan itu didasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P 2026 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.
Pratikno mendapat posisi spesial, yakni sebagai Ketua Wantimpres era Prabowo. Ketua Wantimpres Pratikno menyatakan kesiapan lembaga yang dipimpinnya untuk memberikan masukan dan pertimbangan kepada Presiden Prabowo Subianto. Apalagi, 26 anggota Wantimpres merupakan para tokoh nasional berpengalaman dari beragam latar belakang.
Hal itu disampaikan Pratikno setelah bersama 25 anggota Wantimpres lainnya dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta. "Anggota Wantimpres ini anggotanya tokoh nasional, dari berbagai agama dan profesi yang sudah berpengalaman membaktikan diri kepada negeri tercinta," kata Pratikno.
Dengan banyaknya pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki para anggotanya, Wantimpres diyakini Pratikno dapat memberikan masukan, pertimbangan dan saran kepada Prabowo sesuai dengan amanat undang-undang (UU).
"Dengan kekayaan pengetahuan, pengalaman yang luar biasa dari para anggota Dewan Pertimbangan Presiden, kami yakin kami bisa memberikan saran, masukan, pertimbangan sebagaimana dimandatkan oleh undang-undang," katanya.
Berdasarkan UU Nomor 64 Tahun 2024 tentang Dewan Pertimbangan Presiden, tugas utama Wantimpres adalah memberikan masukan kepada presiden. Pratikno memastikan Wantimpres akan berupaya menjalankan tugasnya tersebut.
"Saya punya tugas khusus memberikan masukan kepada Bapak Presiden," tegas Pratikno.
Profil Prof Pratikno
Pratikno lahir di Bojonegoro pada 13 Februari 1962. Ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 1985.
Pratikno kemudian menempuh pendidikan di Birmingham University dan memperoleh gelar Master of Social pada 1989-1991. Ia lalu meraih gelar Ph.D in Political Science dari Flinders University of South Australia pada 1992-1996. Pratikno juga berstatus sebagai Profesor atau Guru Besar Ilmu Politik UGM yang disandang pada 2008.
Sebelum menjabat sebagai Menko PMK, Pratikno pernah mengemban tugas sebagai Dekan FISIP UGM. Sejak itu, Pratikno menjadi sorotan publik. Ia pernah menjadi moderator debat calon presiden pada 2009. Pratikno juga pernah masuk tim seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pada 2012-2014, Pratikno menjabat Rektor UGM Yogyakarta. Ia kemudian menjadi Menteri Sekretaris Negara di pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2014-2024.
Pratikno juga menjabat Ketua Majelis Wali Amanat UGM Yogyakarta. Setelah Prabowo terpilih menjadi presiden pada 2024, ia ditunjuk menjadi Menko PMK di Kabinet Merah Putih dan kini bergeser menjadi Ketua Wantimpres.
26 Wantimpres yang dilantik Presiden Prabowo:
1. Prof. Pratikno (Ketua)
2. Hatta Rajasa (Wakil Ketua)
3. Muhammad Qodari (Sekretaris)
4. Shinta Nuriyah Wahid
5. Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab
6. Jenderal TNI Purn Agum Gumelar
7. Chairul Tanjung
8. K.H. Said Aqil Siradj
9. K.H. Anwar Iskandar
10. K.H. Yahya Cholil Staquf
11. Yusuf Wanandi
12. Budi Gunawan
13. Bambang Soesatyo
14. Salim Segaf Aljufri
15. Soekarwo
16. Dato Sri Tahir
17. Rocky Gerung
18. Letjen TNI Purn Ida Bagus Purwalaksana
19. Philip Kuncoro Wijaya
20. Budi Tanuwibowo
21. Anwar Usman
22. Muhammad Hatta
23. Jusuf Hamka
24. Margarito Kamis
25. Zaki Manuputty
26. Ignasius Jonan