Kepala SDN Ledokwetan Rita Yuana Bawa Prestasi Bojonegoro di Ajang Apresiasi GTK Jatim

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam membangun pendidikan berkualitas. Hal tersebut tercermin dari prestasi Rita Yuana, S.Pd.SD., M.Pd., Kepala SDN Ledokwetan, Kabupaten Bojonegoro, yang berhasil meraih Juara 1 Terbaik dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Rita meraih penghargaan tersebut pada kategori Kepala TK, SD, dan SMP. Capaian ini sekaligus membawa nama Kabupaten Bojonegoro bersinar di tingkat provinsi melalui praktik baik dan inovasi kepemimpinan yang diterapkannya di lingkungan sekolah.

Perjalanan menuju predikat terbaik di Jawa Timur itu tidak berlangsung singkat. Rita harus melewati sejumlah tahapan seleksi yang kompetitif, mulai dari seleksi administrasi, penilaian naskah praktik baik, penilaian video, hingga wawancara secara daring.

Dari seluruh peserta yang mengikuti proses seleksi, panitia menetapkan tiga finalis terbaik pada masing-masing kategori untuk melaju ke tahap akhir. Puncak kegiatan kemudian berlangsung secara luring melalui gelar karya dan apresiasi di Hotel Harris Gubeng, Surabaya.

Dalam tahapan tersebut, para finalis mempresentasikan praktik baik, program unggulan, serta inovasi kepemimpinan pendidikan yang telah mereka implementasikan di satuan pendidikan masing-masing.

Melalui seluruh rangkaian penilaian, Rita Yuana akhirnya berhasil meraih predikat Juara 1 Terbaik. Prestasi ini menjadi pengakuan atas upayanya dalam membangun ekosistem sekolah yang inovatif, kolaboratif, serta berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan murid.

Bagi Rita, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi. Ia menilai keberhasilan itu merupakan buah dari kerja bersama dan kolaborasi berbagai pihak yang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

"Prestasi ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari amanah dan tanggung jawab yang lebih besar. Saya percaya bahwa perubahan pendidikan tidak lahir dari kerja satu orang, tetapi dari kolaborasi, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian menghadirkan inovasi yang berdampak bagi murid, guru, dan masyarakat," ungkap Rita.

Ia juga memandang sekolah sebagai ruang yang tidak hanya berfungsi untuk mentransfer pengetahuan kepada peserta didik. Menurutnya, sekolah harus mampu menjadi tempat membangun karakter, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan kreativitas murid.

Di sisi lain, Rita menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung guru untuk terus bertumbuh, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan profesionalisme.

Ke depan, Rita berharap prestasi tersebut dapat memperluas kontribusinya terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Ia berencana terus berbagi praktik baik, memperkuat komunitas belajar, melakukan pendampingan guru, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.

"Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus bergerak, berbagi, dan memberikan manfaat yang lebih luas. Saya ingin terus mengambil bagian dalam menyiapkan pendidikan Bojonegoro yang semakin berkualitas, adaptif, dan berdampak bagi generasi masa depan," tambahnya.

Prestasi Rita Yuana menjadi bukti bahwa dedikasi, inovasi, dan semangat belajar sepanjang hayat dapat membuka ruang bagi perubahan di dunia pendidikan. Capaian tersebut juga diharapkan menjadi motivasi bagi para pendidik di Bojonegoro untuk terus mengembangkan praktik pembelajaran dan kepemimpinan yang berdampak bagi generasi masa depan. [feb/mad]