LTNNU Bojonegoro Bedah Buku Agar Ramadanmu Kaya Amal, Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Menulis satu tulisan setiap hari selama Ramadan menjadi tantangan yang mengantarkan Usman Roin melahirkan buku Agar Ramadanmu Kaya Amal. Pengalaman tersebut ia bagikan dalam kegiatan bedah buku yang digelar PC LTNNU Kabupaten Bojonegoro bersama Perpustakaan UNUGIRI Bojonegoro, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan UNUGIRI Bojonegoro itu menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Sekitar 70 mahasiswa mengikuti diskusi bersama tiga pemantik, yakni Usman Roin selaku penulis sekaligus Kepala Perpustakaan UNUGIRI, Wakil Kepala Bidang Akademik MTsN 3 Bojonegoro Slamet Widodo, dan Wakil Ketua PC LTNNU Bojonegoro Nanang Fahrudin.

Usman menjelaskan, buku tersebut lahir dari tantangan yang ia berikan kepada dirinya sendiri untuk menghasilkan satu tulisan setiap hari selama 30 hari pada bulan Ramadan.

"Setiap hari, satu hari satu tulisan selama bulan Ramadan," ungkapnya.

Melalui tulisan-tulisan itu, Usman ingin mengajak pembaca menjalani Ramadan dengan meningkatkan kualitas perilaku dan amal, bukan sekadar menjalankan rutinitas tahunan. Ia mengemas gagasannya dalam bentuk esai naratif yang mengangkat berbagai aktivitas dan fenomena selama Ramadan.

"Isinya ringan dan aplikatif. Hal keseharian disusun. Kenapa baca Alquran, kenapa jalan kaki usai salat subuh. Semua aktivitas mulai dari keluarga, kampus, hingga fenomena sosial," ulasnya.

Menurut Usman, kebiasaan menulis dapat dimulai dari hal sederhana. Tulisan harian, mingguan, maupun bulanan bisa dikumpulkan sebagai modal untuk menerbitkan buku.

"Jika ingin punya buku, harus menabung tulisan," pesannya.

Setelah memiliki kumpulan tulisan yang cukup dan naskah siap diterbitkan, penulis dapat mengajukannya ke penerbit, termasuk melalui jalur penerbitan dengan biaya sendiri. Buku yang telah terbit kemudian bisa diperkenalkan kepada pembaca melalui kegiatan bedah buku.

Bahasa Sederhana Jadi Ciri Khas PenulisPemantik diskusi, Slamet Widodo, mengapresiasi proses kreatif Usman dalam menyelesaikan buku tersebut. Ia mengaku pernah mencoba tantangan serupa, tetapi baru mampu menulis selama 15 hari sebelum berhenti.

"Meski demikian saya sudah mempunyai tabungan tulisan untuk jadi buku," tuturnya.

Slamet juga menilai Agar Ramadanmu Kaya Amal memiliki gaya bahasa sederhana yang menjadi ciri khas Usman. Pilihan bahasa yang dekat dengan keseharian pembaca membuat kepribadian penulis terasa dalam tulisannya.

"Kalau baca buku Pak Usman, otomatis bisa tahu kepribadian Pak Usman," tambahnya.

Sementara itu, Nanang Fahrudin yang mewakili PC LTNNU Bojonegoro menjelaskan bahwa bedah buku tersebut merupakan bagian dari agenda HSN 2026. Selain kegiatan literasi di kampus, PC LTNNU Bojonegoro juga merencanakan program Goes to Pondok Pesantren untuk berbagi pengetahuan mengenai kepenulisan dan pemanfaatan media di era digital.

Nanang menilai buku Agar Ramadanmu Kaya Amal mengajak pembaca melihat Ramadan secara lebih kritis. Aktivitas seperti sahur, berpuasa, berbuka, salat tarawih, dan tadarus tidak semestinya berhenti sebagai rutinitas tanpa pemaknaan.

"Paling penting adalah berpikir kritis setelah keluar dari rutinitas. Pak Usman ingin mengabarkan kepada pembaca apa yang harus dilakukan dalam bulan Ramadan itu," tutur Nanang.

Ia juga melihat adanya nilai intelektualitas dalam pembahasan hadis yang dimuat dan dimaknai oleh penulis.

Selain itu, buku tersebut mendorong pembaca untuk mengembangkan diri dan membangun mental yang tidak mudah mengeluh.Nanang mencontohkan tulisan berjudul Libur Puasa dan Momen Sinau yang menghubungkan Ramadan dengan aktivitas literasi dan perpustakaan.

"Ada ajakan literasi, di antaranya di judul Libur Puasa dan Momen Sinau. Ini mencoba menghubungkan Ramadan dan Perpustakaan. Cerminan apa yang ditulis, tak jauh apa yang di sekitarnya," kata Nanang.

Kegiatan bedah buku berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya mendiskusikan isi buku, tetapi juga mengajukan pertanyaan seputar proses menulis, penerbitan buku, dan pengembangan diri untuk menjadi penulis. [feb/mad]