Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Kesulitan ekonomi yang dialami keluarga Suginanto (44), warga Dusun Jeding, Desa Nganti, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, mendapat perhatian dari Squad Nusantara DPC Bojonegoro.
Suginanto saat ini tengah menjalani proses hukum atas dugaan pencurian dua batang kayu milik Perhutani. Kondisi tersebut membuat istrinya, Suniti, harus berjuang seorang diri memenuhi kebutuhan keluarga selama kurang lebih dua bulan terakhir.
Mengetahui kondisi tersebut, Squad Nusantara DPC Bojonegoro mendatangi kediaman keluarga Suginanto. Selain bersilaturahmi, komunitas yang bergerak di bidang sosial dan UMKM itu, juga menyalurkan tali asih berupa uang tunai untuk membantu meringankan kebutuhan keluarga.
Ketua Squad Nusantara DPC Bojonegoro, Bayu Andriyadi, mengatakan bantuan tersebut diberikan atas dasar kepedulian dan kemanusiaan. Menurutnya, bantuan itu tidak berkaitan dengan perkara hukum yang sedang dijalani Suginanto.
"Terlepas dari kasus hukum yang menjerat Pak Suginanto, kita datang ke sini berdasarkan rasa kemanusiaan, bukan yang lain," ungkap Bayu, Minggu (20/9/2026).
Bayu menuturkan, kondisi keluarga Suginanto menjadi perhatian setelah pihaknya mengetahui bahwa Suniti harus berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari seorang diri. Di tengah pekerjaan yang sedang sepi, Suniti bahkan terpaksa mencari pinjaman untuk bertahan hidup.
Persoalan ekonomi keluarga tersebut semakin berat karena lahan pertanian yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan berada di kawasan hutan Perhutani. Saat musim kemarau, lahan tersebut tidak dapat digarap secara optimal.
"Kami mendengar keluh kesah dari Ibu Suniti yang harus mencari pinjaman kepada orang lain untuk bertahan hidup. Sementara lahan pertanian yang berada di tengah hutan milik Perhutani juga saat musim kemarau tidak bisa digarap. Ini tentu semakin memberatkan kondisi ekonomi keluarga Pak Suginanto," jelasnya.
Tak berhenti pada bantuan untuk keluarga Suginanto, Squad Nusantara DPC Bojonegoro juga berencana membantu warga Dusun Jeding yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, ditengah musim kemarau ini.
Rencana penyaluran air bersih itu muncul setelah anggota komunitas mendengar langsung keluhan warga mengenai sulitnya memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Warga disebut harus mengambil air dari lokasi yang cukup jauh.
"Kita sempat bertanya kepada Ibu Suniti maupun warga sekitar. Ternyata di dusun ini kesulitan mendapatkan air bersih dan harus mengambil air di tempat yang lumayan jauh. Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan air bersih ke Dusun Jeding," kata Bayu.
Bagi Suniti, bantuan tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah kondisi keluarga yang sedang sulit. Ia mengaku bersyukur atas kepedulian Squad Nusantara DPC Bojonegoro.
Selama sekitar dua bulan tanpa kehadiran suaminya, Suniti harus memikirkan sendiri kebutuhan keluarga. Pekerjaan yang sedang sepi ditambah lahan pertanian yang tidak bisa ditanami membuat kondisi ekonomi semakin tertekan.
"Terpaksa harus mencari pinjaman, karena kerjaan juga sepi, lahan sawah juga tidak bisa ditanami," keluh Suniti.
Di balik kesulitan ekonomi itu, Suniti masih mengingat jelas momen ketika Suginanto berpamitan meninggalkan rumah pada pagi buta. Saat itu, sang suami disebut hendak mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Sempat pamitan ke saya waktu berangkat pagi subuh itu. Bilangnya mau cari rezeki untuk beli beras dan jajannya anak-anak," tutur Suniti.
Kini, harapan Suniti tidak banyak. Ia ingin proses hukum yang dijalani suaminya segera selesai dan Suginanto dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Kerinduan itu juga dirasakan anak bungsunya. Sang anak disebut belum memahami sepenuhnya kondisi yang dialami ayahnya dan masih kerap menanyakan kapan sang ayah pulang.
"Anak saya yang paling kecil masih belum tahu kalau ayahnya kini di penjara. Dia juga sering tanya kapan ayah pulang kerja," pungkas Suniti. [riz/mad]