Reporter: Muhammad
blokBojonegoro.com - Siapa calon kuat Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031? Sampai saat ini beberapa nama masih terus menguat di kalangan peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang Jawa Timur, hingga Sabtu (29/8/2026) pagi.
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sebelumnya menguat dan digadang-gadang bersaing ketat dengan KH Yahya Cholil Staquf yang jadi petaha, ternyata menyatakan tetap menjadi Menag dan menangkal berbagai kabar di media sosial.
"Sebelumnya ada Menag Nasarudin, sekarang yang menguat tinggal tiga tokoh, selain Gus Yahya dan Gus Kikin, ada Gus Yusuf," kata salah satu peserta muktamar dari luar pulau Jawa.
Walaupun begitu, secara umum nama-nama yang banyak dibincang peserta Muktamar untuk maju sebagai Ketua Umum PBNU masih enam orang, diantara nama-nama tersebut adalah:
1. KH Yahya Cholil Staquf
KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya lahir pada tangga 16 Februari 1966. Gus Yahya secara resmi telah menyatakan niatnya pada tanggal 22 Juli 2026 untuk kembali memimpin PBNU.
Sebagai petahana, Gus Yahya mengusung visi kontinuitas yang terfokus pada kemandirian organisasi. Pendekatannya menitikberatkan pada kematangan gagasan "Merawat Jagat, Membangun Peradaban", serta memperkuat posisi tawar NU dalam diplomasi global dan penyelesaian konflik internasional.
2. KH Abdul Hakim Mahfudz
KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab dipanggi Gus Kikin lahir pada tanggal 17 Agustus 1958. Gus Kikin merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Dia merepresentasikan otoritas historis Tebuireng, Jombang, menjadi simbol penjaga tradisi klasik NU yang sangat dihormati oleh warga NU.
3. KH Muhammad Yusuf Chudlori
KH Muhammad Yusuf Chudlori atau yang masyhur disapa Gus Yusuf saat ini berusia 53 tahun. Beliau Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo. Gus Yusuf telah mendeklarasikan kesiapannya maju setelah mendapat dukungan dari 23 PCNU di Jawa Tengah. Dia banyak mendengar dan menyerap aspirasi grassroots warga NU yang menginginkan PBNU lebih responsif terhadap isu-isu populis, kesejahteraan ekonomi, dan dakwah kultural.
4. KH Abdul Ghaffar Rozin
KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin telah menyatakan kesiapannya maju sebagai ketua umum PBNU dalam sebuah forum silaturahim ketua PCNU se-Jawa Tengah pada medio Juli 2026. Gus Rozin mengusung wacana mengenai paradigma pendidikan yang lebih adaptif, terlebih bagi warga NU. Dalam hal ini, fokus beliau pada upaya menjembatani keilmuan kitab kuning dengan tantangan akademis dan profesionalitas modern.
5. KH Zulfa Mustofa
Jika dilihat dari usia, bisa dibilang cukup muda, yaitu KH Zulfa Mustofa yang lahir pada tanggal 7 Agustus 1977. Saat ini beliau adalah wakil ketua umum PBNU, yang masyhur dengan syair-syair Bahasa Arab yang diciptakannya secara spontan. Dengan kedalaman ilmu fiqih yang dikuasainya, beliau menawarkan perpaduan ideal antara intelektualitas khazanah klasik dan tata kelola organisasi yang lincah.
6. KH Abdussalam Shohib
KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam, saat ini beliau berusia 49 tahun, pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang. Gus Salam sering menyuarakan perlunya check and balances internal agar NU tidak terjebak pada pragmatisme politik dan tetap berpihak pada prinsip keadilan dan maslahah ammah, tertama untuk warga NU. [mad]