Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – KH Anwar Zahid mengungkap detik-detik mencekam kecelakaan lalu lintas yang dialaminya saat melintas di Jalan Raya Padangan-Ngawi, Desa Prangi, Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026) malam.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika KH Anwar Zahid bersama rombongan dalam perjalanan menuju Desa Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia dijadwalkan mengisi acara shalawatan dan pengajian umum di wilayah tersebut.
Dalam tausiyahnya, Selasa (11/8/2026), kiai asal Kecamatan Kanor, Bojonegoro, yang akrab disapa Abah Anza tersebut, menceritakan bagaimana dirinya lolos dari kecelakaan yang membuat mobil Toyota Alphard yang ditumpanginya ringsek setelah tergencet dua kendaraan besar.
Menurut KH Anwar Zahid, saat kejadian mobil yang ditumpanginya tengah berhenti bersama sejumlah kendaraan lain. Kendaraan tersebut berhenti karena adanya sistem buka-tutup jalan akibat pekerjaan perbaikan jalan.
Namun, saat sedang berhenti, tiba-tiba sebuah truk trailer melaju dari belakang dan menyeruduk mobil yang ditumpanginya.
"Karena ada perbaikan jalan terus sopir kulo mandek lha kok diseruduk Trailer (karena ada perbaikan jalan supir saya berhenti, lha kok tiba-tiba diseruduk truk trailer),” ungkap Kiai Anwar Zahid, Selasa (11/8/2026).
Kerasnya benturan membuat mobil Alphard yang ia naiki terdorong ke depan hingga menabrak dump truck yang juga sedang berhenti. Mobil tersebut akhirnya berada di antara dua kendaraan besar dan mengalami kerusakan cukup parah.
Saat kecelakaan terjadi, KH Anwar Zahid berada di kursi penumpang baris kedua. Ia mengaku merasakan guncangan hebat ketika benturan terjadi.
"Kulo pas di kursi tengah, Masya Allah rasane koyo dikopyok (waktu kejadian saya sedang di kursi tengah, Masyaallah rasanya seperti dikocok atau diguncang),” ulasnya.
Meski mengalami kecelakaan cukup hebat, KH Anwar Zahid bersyukur dirinya dan rombongan masih diberikan keselamatan. Usai kejadian, ia mengaku sempat diminta beristirahat oleh dokter. Pihak keluarga juga meminta agar dirinya tidak melanjutkan perjalanan dan memilih pulang.
Namun, KH Anwar Zahid tetap berangkat ke Banjarnegara untuk memenuhi undangan pengajian. Menurutnya, masyarakat Desa Sijenggung telah menantikan kedatangannya selama sekitar tiga tahun lamanya.
"Kulo niku sakjane kaleh dokter niku disuwun istirahat, nopo maleh kaleh tiyang griyo disuwun mantok wae, InsyaAllah Abah tasek kuat, Abah sehat wong diparingi tugas ngaji nak misale abah wes gak iso mlaku nopo abah remek yo abah ra budal (red : Saya itu sebenarnya diminta untuk istirahat oleh dokter, apalagi sama keluarga diminta untuk pulang. Tapi, abah masih kuat, abah sehat. Apalagi mendapat tugas mengisi pengajian. Misalnya sudah tidak bisa berjalan atau sakit parah ya terpaksa tidak berangkat),” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil Toyota Alphard yang ditumpangi dai kondang asal Kabupaten Bojonegoro, KH Anwar Zahid. Laka tersebut, terjadi di Jalan Raya Padangan-Ngawi, turut wilayah Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026) malam.
Kecelakaan beruntun ini, melibatkan Toyota Alphard bernomor polisi S 14X XX dengan sebuah truk trailer bernomor polisi S 94XX XX.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, mengungkapkan, saat kejadian Toyota Alphard yang dikemudikan A, 31 tahun, warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro, melaju dari arah utara menuju selatan.
Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di sebelah utara area perbaikan jalan wilayah Tinggang, kendaraan tersebut berhenti di belakang sebuah truk yang belum diketahui identitasnya.
"Mobil berhenti karena adanya antrean kendaraan akibat sistem buka-tutup jalur yang diberlakukan selama proses perbaikan jalan," ungkap Ipda Septian, Selasa (11/8/2026).
Ipda Septian menjelaskan, saat Toyota Alphard dalam posisi berhenti, dari arah belakang melaju truk trailer yang dikemudikan W.P, 44 tahun, warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
"Diduga pengemudi mengantuk sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan menabrak Mobil Toyota Alphard," terang Ipda Septian.
Benturan tersebut membuat Toyota Alphard mengalami kerusakan pada bagian belakang. Mobil kemudian terdorong ke depan hingga menghantam kendaraan yang berada di depannya.
Dalam kecelakaan itu, terdapat tiga orang yang terlibat. Yakni pengemudi Toyota Alphard berinisial A, 31 tahun, seorang swasta asal Kecamatan Kanor; penumpang Alphard berinisial A.A.Z, 52 tahun, yang diketahui merupakan KH Anwar Zahid, warga Kecamatan Kanor; serta pengemudi truk trailer berinisial W.P, 44 tahun, warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published