Penghasilan Tak Menentu, Warga Bojonegoro Ini Tetap Disiplin Menabung demi Iuran JKN
Rita Sukma Andrianti (24) warga Kecamatan Sukosewu yang telah memanfaatkan Program NADI JKN (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Memiliki penghasilan yang tidak menentu bukan menjadi alasan bagi Rita Sukma Andrianti (24), warga Desa Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, untuk mengabaikan kewajiban membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Demi memastikan kepesertaannya tetap aktif, ibu satu anak itu menerapkan kebiasaan sederhana, yakni menyisihkan sebagian penghasilannya secara rutin melalui Program NADI (Menabung Demi Iuran JKN).

Bagi Sukma, menjaga kepesertaan JKN tetap aktif merupakan bentuk perencanaan keuangan yang penting. Dengan menabung sedikit demi sedikit, ia tidak lagi merasa terbebani saat waktu pembayaran iuran tiba.

"Saya berusaha menabung sedikit demi sedikit agar saldo tabungan terus bertambah. Dengan begitu, saat jadwal pembayaran iuran JKN tiba, saya tidak perlu khawatir lagi karena dananya sudah tersedia," ungkap Sukma, Selasa (05/08).

Kebiasaan tersebut membuat Sukma hingga kini tidak pernah mengalami tunggakan iuran JKN. Selain disiplin menabung, ia juga telah mengaktifkan sistem pembayaran autodebet agar pembayaran iuran dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan.

“Harapannya sehat selalu. Namun jika terjadi sakit, maka sudah tidak perlu khawatir lagi, Dengan adanya autodebet, pembayaran iuran dapat dilakukan secara otomatis setiap bulan sehingga lebih praktis dan mengurangi risiko terlambat membayar,” katanya.

Menurut Sukma, Program NADI JKN menjadi solusi yang tepat bagi masyarakat dengan penghasilan harian maupun tidak tetap. Dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit setiap kali memperoleh pendapatan, pembayaran iuran bulanan menjadi lebih ringan dan tidak terasa membebani.

"Menurut saya, NADI JKN bisa menjadi solusi yang sangat membantu, terutama bagi orang-orang yang penghasilannya harian atau tidak pasti. Menabung sedikit demi sedikit terasa lebih ringan dibandingkan harus menyiapkan seluruh iuran sekaligus ketika waktunya membayar. Yang paling penting adalah niat," tambahnya.

Tak hanya disiplin membayar iuran, Sukma juga mengingatkan pentingnya mengecek status kepesertaan JKN secara berkala. Menurutnya, BPJS Kesehatan telah menyediakan berbagai layanan digital yang memudahkan peserta memperoleh informasi maupun mengurus administrasi.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 0811 8165 165, aplikasi Mobile JKN, maupun Care Center 165 untuk memastikan status kepesertaan tetap aktif dan tidak mengalami kendala saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Dengan menjaga kepesertaan JKN tetap aktif, berarti kita memastikan perlindungan kesehatan selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit atau membutuhkan layanan kesehatan, jadi lebih baik mempersiapkannya sejak sekarang," tutur Sukma.

Sebagai peserta JKN, Sukma mengaku merasakan manfaat dari berbagai inovasi layanan yang dikembangkan BPJS Kesehatan. Kemudahan akses informasi serta layanan digital dinilai sangat membantu peserta tanpa harus datang langsung ke kantor.

Ke depan, ia berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan dan membayar iuran tepat waktu.

"Saya berharap layanan BPJS Kesehatan ke depan semakin mudah, cepat, dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menghadirkan program JKN dan berbagai inovasi layanan yang sangat membantu peserta seperti saya. Semoga BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia," pungkasnya. [riz/mad]