Balita di Gayam Bojonegoro Meninggal usai Tenggelam di Persawahan Banjir
Kapolsek Gayam, AKP Amirul Mukminin (tengah) bersama anggota dan warga setempat saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Peristiwa tragis menimpa seorang bayi dibawah lima tahun (Balita) di Kabupaten Bojonegoro. Balita tersebut, yakni TP (2) warga Desa Beged, Kecamatan Gayam. Ia ditemukan meninggal dunia setelah tercebur di genangan air area persawahan akibat luapan sungai di Desa setempat, Sabtu (11/4/2026).

Kapolsek Gayam, AKP Amirul Mukminin mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat korban diajak ibunya untuk berbelanja di sebuah warung sekitar pukul 07.00 WIB.

“Korban saat itu bermain bersama temannya di depan warung. Ketika hendak diajak pulang oleh ibunya, korban sudah tidak terlihat di lokasi,” ungkap AKP Amirul Mukminin.

Mengetahui anak tersebut hilang, lanjut AKP Amirul, keluarga bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian. Tidak lama kemudian, korban ditemukan oleh kakeknya yang bernama Tasmin di area persawahan yang tergenang air akibat luapan sungai.

“Korban ditemukan di genangan air di area persawahan dengan kondisi masih hidup. Selanjutnya korban segera dibawa ke Puskesmas Purwosari untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Eks Kasat Intelkam Polres Sumenep itu melanjutkan, setelah menjalani perawatan medis sekira kurang lebih satu jam, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dinyatakan meninggal, murni akibat tenggelam.

“Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam,” bebernya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), area tersebut merupakan persawahan yang tergenang air akibat luapan sungai dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter. Kondisi sawah berlumpur dan ditanami padi, serta memiliki selisih ketinggian sekitar dua meter dari jalan di sekitarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di area yang berpotensi berbahaya seperti sungai, sawah, maupun genangan air.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dengan ketat, terutama saat bermain di dekat sungai, kolam, sawah, atau genangan air. Jangan sampai anak bermain air tanpa pengawasan,” pungkasnya. [riz/mad]