Besok Pagi, Temu Alumni Ponpes Attanwir: Cerita Inspiratif dan Ijazah Kubro
Flyer Temu Alumni Lintas Generasi

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Ribuan alumni lintas angkatan Pondok Pesantren Attanwir Talun, Sumberrejo, Bojonegoro dijadwalkan kembali berkumpul dalam kegiatan Temu Alumni pada Jumat Legi, 29 Mei 2026. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian Haul ke-34 Almaghfurlah KH. Muhammad Sholeh dan para masyayikh Ponpes Attanwir.

Kegiatan yang akan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di halaman Ponpes Attanwir itu mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menjaga Warisan: Kebersamaan Alumni Attanwir dalam Cinta dan Kiprahnya untuk Umat.” Tema tersebut menjadi ajakan bagi para alumni untuk mempererat persaudaraan sekaligus menjaga nilai perjuangan pesantren.

Panitia Temu Alumni, Dr. Khosip Ikhsan menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga ruang memperkuat sinergi dan kontribusi alumni bagi pesantren maupun masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap para alumni tidak hanya berkumpul dalam suasana nostalgia, tetapi juga mampu membangun sinergi dan kontribusi nyata untuk pesantren, umat, dan bangsa," ungkapnya.

Acara akan dikemas dalam suasana hangat dan inspiratif melalui sesi talkshow alumni yang menghadirkan sejumlah tokoh dari kalangan pesantren dan alumni Attanwir. Salah satu narasumber yang dijadwalkan hadir ialah KH. Hamim Sanadi, santri awal Almaghfurlah KH. Muhammad Sholeh, yang akan berbagi kisah perjuangan serta perjalanan awal berdirinya Ponpes Attanwir.

Selain itu, Prof. Dr. Umi Hanifah juga dijadwalkan mengulas kiprah alumni Attanwir dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat. Pertemuan lintas angkatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam membangun jejaring alumni yang solid dan produktif. ([Damarinfo.com][1])

Sebagai penutup, kegiatan akan diakhiri dengan prosesi Ijazah Kubro kitab karya Almaghfurlah KH. Muhammad Sholeh yang akan disampaikan langsung oleh KH. Hamim Sanadi. Momen tersebut dipandang sebagai bagian penting untuk memperkuat sanad keilmuan dan menjaga warisan para masyayikh Attanwir kepada generasi penerus. [feb/mad]