Waspada Bencana di Bojonegoro
18 Kejadian di Bulan April, Bojonegoro Tetap Waspada Bencana
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) teruta mengupdate informasi perkembangan seputar kebencaaan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) teruta mengupdate informasi perkembangan seputar kebencaaan.
Peristiwa tragis menimpa seorang bayi dibawah lima tahun (Balita) di Kabupaten Bojonegoro. Balita tersebut, yakni TP (2) warga Desa Beged, Kecamatan Gayam. Ia ditemukan meninggal dunia setelah tercebur di genangan air area persawahan akibat luapan sungai di Desa setempat, Sabtu (11/4/2026).
Remaja berusia 13 tahun di Desa/Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro dinyatakan meninggal dunia. Andra Hanan meninggal dunia usai tenggelam di embung Desa Tumbrasanom, Kedungadem, saat mandi bersama temannya, Sabtu (10/1/2026).
Tim Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengevakuasi seorang anak tenggelam di Dusun Gayam, Desa Gayam, Kecamatan Gayam.
Pencairan oleh Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro dan lain-lain, dihentikan saat malam mulai tiba. Sebab, kondisi Bengawan Solo yang gelap menjadi salah satu faktor utamanya.
Diduga tenggelam di aliran sungai Bengawan Solo, Tim SAR Gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro dan lain-lain tengah mencari keberaaan Agiar Fatir Ibrahim (15) warga Desa Jumok RT 11/RW 04 Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, (13/9/2025).
Laporan orang tenggelam masuk di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro. Yakni Agiar Fatir Ibrahim (15) warga Desa Jumok RT 11/RW 04 Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, (13/9/2025) siang.
Warga Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Kamid (61) dinyatakan tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (1/8/2025).
Niat main ke sungai berujung petaka. Seorang santri bernama MNF (14) meninggal dunia, usai berniat main di sungai yang berada di Desa Penganten, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, tepat di belakang Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Rabu (30/7/2025).
Dua bocah warga Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro FZE (8) dan ABS (8) meninggal dunia, usai mandi dan tenggelam di Kali Mekuris turut desa setempat, Minggu (9/3/2025).