Menko Zulhas Gerilya ke Sejumlah Ponpes di Bojonegoro, Percepat MBG untuk Santri
Menko Pangan Zulkifli Hasan saat berswafoto dengan para santri di Ponpes Al-Rosyid (Foto: blokBojonegoro.com/Rizki Nur Diansyah)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bojonegoro, Jumat (10/4/2026).

Kunjungan Menko berpelat nomor RI 25 ini, merupakan bagian dari pelaksanaan tugasnya sebagai pembantu presiden dalam mengoordinasikan sektor pangan nasional.

Menko Zulhas didampingi sejumlah anggota DPR RI, DPRD Jawa Timur, hingga DPRD Bojonegoro dari Partai Amanat Nasional (PAN), di antaranya Lasuri, Wachid Ansori, dan Zaenuri yang berada dalam satu rombongan.

Sejumlah Ponpes di Bojonegoro yang dikunjungi, diantaranya Ponpes Al Falah Pacul, Ponpes Al Rosyid di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Ponpes Al Aziz Sumbertlaseh, Ponpes Darun Najah Balen, dan Ponpes Attanwir Talun, Sumberrejo.

Menko Zulhas mengungkapkan, kunjungan tersebut berkaitan langsung dengan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Ia menyebutkan bahwa capaian MBG di sekolah umum sudah mencapai 85 persen, sementara di pesantren dan madrasah baru sekitar 15 persen.

“Karena itu kami buka jalur khusus untuk pondok pesantren agar program MBG bisa dipercepat,” ungkap Zulhas saat dijumpai di Ponpes Al-Rosyid.

Selain MBG, Menko Zulhas juga menjalankan tugas pemantauan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi desa dan mengentaskan kemiskinan di kalangan petani, peternak, dan nelayan.

Menurutnya, negara harus hadir dalam sistem ekonomi rakyat, terutama setelah Indonesia lama berada dalam sistem pasar bebas yang cenderung menguntungkan pemilik modal besar.

Melalui KDKMP, pemerintah mendorong terbentuknya pusat ekonomi baru di desa, yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan seperti elpiji, pupuk, dan sembako sekaligus sebagai offtaker hasil produksi masyarakat.

“Nanti KDKMP menyuplai SPPG, itulah yang disebut close loop economy, disitulah negara hadir,” beber Ketua Umum (Ketum) PAN tersebut.

Tak hanya itu, dalam kapasitasnya sebagai Menko Pangan, Zulhas juga mendapat tugas menjaga stabilitas harga pangan nasional. Untuk itu, ia mulai berkeliling Indonesia hingga tiga kali dalam sepekan untuk memastikan harga tetap terkendali, bahkan jika memungkinkan dapat ditekan turun.

“Kami upayakan selalu ada pasar murah setiap kunjungan, meski hanya beras,” pungkasnya. [riz/mad]