Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Rasa rindu pada kampung halaman justru menemukan jalannya ketika berada di luar negeri. Pengalaman mendampingi mahasiswa KKN di Malaysia dan Thailand menjadi titik awal lahirnya lagu “Warisan Nusantara”, karya M. Tsabiqul Fikri.
[Klik Link Video Lengkap di Bawah Ini]
Ia mengaku, inspirasi lagu yang baru rilis akhir Februari 2026 di sejumlah platform media sosial ini pun muncul saat dirinya merasakan kerinduan yang sulit diterjemahkan tentang pulang—tentang Bojonegoro.
"Inspirasi ini muncul ketika ada kesempatan tugas pendampingan lapangan mahasiswa KKN di Malaysia dan Thailand. Ada rasa rindu yang tidak bisa diterjemahkan tentang pulang (Bojonegoro)," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.
[Baca Juga: WISATA KULINER DI BOJONEGORO JAWA TIMUR YA D'KONCO CAFE https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/19/wisata-kuliner-di-bojonegoro-jawa-timur-ya-dkonco-cafe-saja]
Judul “Warisan Nusantara” dipilih untuk menggambarkan kekayaan Geopark Bojonegoro sebagai bagian dari identitas daerah yang layak dibanggakan. Melalui lagu itu, ia ingin menghadirkan Bojonegoro bukan sekadar nama tempat, tetapi sebagai warisan yang memiliki nilai alam dan budaya.
Dalam proses kreatifnya, Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (S1), Fakultas Tarbiyah, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro ini memulai dari pencarian inspirasi, lalu menyusun lirik dan melodi hingga aransemen dan finalisasi. Ia menekankan pentingnya menemukan konsep atau gaya musik yang sesuai sebelum masuk ke tahap teknis.
"Langkah utamanya meliputi menemukan konsep (style yang sesuai), menulis syair, menentukan harmoni, serta diskusi dengan teman-teman sesama musisi bahkan ahli bahasa," jelas alumnus S-1 Sendratasik Universitas Negeri Surabaya ini.
Proyek ini diawali dengan pembuatan demo, dilanjutkan proses rekaman hingga produksi Official Lyric Video. Meski ia menyebutnya sebagai proyek sederhana, keterlibatan tim cukup luas. Ada tim audio, tim visual, tim akomodasi hingga para promotor yang ikut mendukung.
"Kami mencoba menerjemahkan karya ini secara detail dari setiap poinnya," katanya.
Bagi Fikri, Bojonegoro adalah rumah. Tempat penuh kenangan dan kehangatan. Lagu ini diharapkan mampu menyampaikan keindahan alam dan budaya Bojonegoro melalui medium seni musik.
"Bojonegoro adalah rumah. Tempat kenangan dan kehangatan bagi setiap orang. Lagu ini ingin menyampaikan keindahan alam dan budaya Bojonegoro melalui sebuah karya seni," ungkapnya. Ia pun berharap masyarakat dapat menyukai dan merasakan emosi yang sama dari lagu tersebut.
Saat ini, “Warisan Nusantara” telah dirilis melalui berbagai platform media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Lagu tersebut juga tengah dalam masa tinjau di sejumlah music aggregator seperti Spotify, Meta, dan YouTube Music.
"Semoga lekas rilis. Doakan agar bisa sampai tahap selanjutnya yakni pembuatan Official Music Video dengan memperlihatkan keindahan alam dan budaya Bojonegoro secara utuh," tambah laki-laki yang juga Kepala Bidang Pengembangan Penalaran Minat dan Bakat UNUGIRI Bojonegoro periode 2023-2025 itu.
Tak berhenti di situ, Dosen muda jebolan S-2 Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Prodi Penciptaan dan Pengkajian Seni itu juga merencanakan live concert atau road show di beberapa titik sebagai upaya memperluas jangkauan promosi lagu. Perencanaan lokasi promosi dijadwalkan mulai digodok setelah Lebaran mendatang.
Di akhir perbincangan, ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung proses kreatif tersebut, di antaranya UNUGIRI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta semua pihak yang telah mendukung dan menyebarluaskan karyanya.
Dengan “Warisan Nusantara”, kerinduan pada tanah kelahiran menjelma menjadi karya yang diharapkan mampu menguatkan identitas dan kebanggaan terhadap Bojonegoro. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published