Bootcamp Smart Farming Dinpora Bojonegoro Latih Pemuda Jadi Produsen Pertanian Modern

Reporter : M. Anang Febri 

blokBojonegoro.com – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro menggelar Bootcamp Smart Farming di Green House P4S Djoyo Tani, Desa Bendo, Kecamatan Kapas, pada 25–27 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan materi intensif mulai dari budidaya, manajemen usaha, hingga analisa peluang bisnis pertanian.

Kepala Dinpora Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menegaskan pentingnya keseriusan peserta mengikuti pelatihan. Ia meminta pemuda tidak malu menekuni profesi petani karena menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini prototype yang sudah kita siapkan, silakan diikuti dengan sungguh-sungguh. Jadi petani jangan malu, kita hidup dan konsumsi juga dari pertanian," katanya.

Menurut Arief, bootcamp ini akan menjadi role model bagi pemuda Bojonegoro dalam mengembangkan usaha pertanian. "Manfaatkan waktu tiga hari ini dengan maksimal, belajarlah hingga bisa membuka lapangan pekerjaan," tambahnya.

Hari pertama bootcamp diisi motivasi kewirausahaan oleh Fatkul Ilma, founder P4S Djoyo Tani sekaligus Pemuda Pelopor Nasional 2022. Setelah itu, peserta mendapatkan materi teknik budidaya dari Rahmad Yogi, Asesor pertanian organik Kementerian Pertanian RI.

"Saya salut dengan semangat anak muda di Bojonegoro. Targetnya bukan berhenti di sini, tapi bagaimana peserta bisa menjadi produsen, leader, dan pelaku usaha nyata di bidang pertanian," ujar Yogi kepada blokBojonegoro.com, Kamis (25/9/2025).

Hari kedua pelatihan, nantinya akan difokuskan pada pengenalan tanaman dengan profit tinggi dan praktek perawatan tanaman. Peserta juga mendapat materi membangun mitra kerjasama dan pasar yang disampaikan Zainuddin.

Pada hari ketiga, pemuda bakal dilatih praktek pembuatan media hidroponik bersama Sugito S.P. Mereka juga mempelajari Business Model Canvas (BMC) usaha pertanian dari M. Rizqi Agustino.

Materi lain yang disampaikan adalah analisa peluang usaha pertanian oleh Agitya Kristantoko. Di akhir kegiatan, peserta mengikuti post test, pembuatan RTL, dan penutupan bersama tim P4S Djoyo Tani.

Haikal, salah satu peserta dari Desa Gajah Kecamatan Baureno, mengaku megaku bersemnagat mengikuti bootcamp di greenhouse P4S Djoyo Tani. Ia mendapatkan wawasan baru tentang smart farming.

"Saya senang sekali karena diajari dari pengolahan lahan hingga proses penjualan. Harapannya ke depan pemerintah bisa memberi pendampingan nyata sampai ke lapangan," ungkapnya.

Founder P4S Djoyo Tani  Fatkul Ilma menegaskan bahwa bootcamp tidak berhenti pada teori semata, melainkan fokus pada praktek dan keberlanjutan usaha.

"Semoga setelah pulang, peserta bisa memulai usaha kecil dan mengembangkannya sampai membuka lapangan pekerjaan," ujar Ilma. [feb/mad]